Kremlin sebut tindakan Barat akan pengaruhi pembaruan doktrin nuklir Rusia

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Desember 2019 ini menunjukkan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Rusia. (Xinhua/Evgeny Sinitsyn)
Revisi doktrin nuklir Rusia dilakukan dengan mempertimbangkan tindakan-tindakan Barat, yang mencakup penolakan mereka untuk berdialog dengan Rusia, serangan mereka terhadap kepentingan dan keamanan Rusia, serta peran mereka dalam memprovokasi kelanjutan konflik di Ukraina.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia akan mempertimbangkan tindakan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya, seperti penolakan mereka untuk berdialog, saat merevisi doktrin nuklir Rusia, demikian disampaikan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Rabu (4/9).Ketika berbicara di Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) di Kota Vladivostok, Timur Jauh, Peskov mengatakan bahwa Rusia saat ini sedang merevisi doktrin nuklirnya dan mengembangkan pendekatan-pendekatan baru sebagai respons terhadap keadaan terkini dan tindakan-tindakan Barat.Peskov mengatakan tindakan-tindakan Barat tersebut mencakup penolakan mereka untuk berdialog dengan Rusia, serangan mereka terhadap kepentingan dan keamanan Rusia, serta peran mereka dalam memprovokasi kelanjutan konflik di Ukraina."Hal ini tidak bisa dibiarkan tanpa konsekuensi. Semua ini sedang dipertimbangkan di Moskow dan akan menjadi dasar bagi proposal yang akan dirumuskan," tutur Peskov.Sementara itu, juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia Maria Zakharova pada Rabu (4/9) menyatakan, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) terus memiliterisasi kawasan Asia-Pasifik, sehingga meningkatkan potensi konflik di kawasan tersebut.Saat berbicara dalam Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) di Kota Vladivostok di Timur Jauh Rusia, Zakharova juga menyebutkan bahwa ini adalah upaya aliansi itu untuk memaksakan peraturannya.Dia mengatakan bahwa negara-negara yang "berjuang setiap hari untuk mengatasi kemiskinan dan ketergantungan selama era kolonial kini dibebani oleh konflik-konflik yang belum terselesaikan," yang sebagian besar disebabkan oleh negara-negara penjajah, yang telah "menciptakan bom waktu yang siap meledak."Zakharova menuturkan bahwa segala upaya harus dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Wawancara – Akademisi sebut semangat kerja sama pererat China-Amerika Latin
Indonesia
•
27 Jan 2023

Sangat khawatir atas serangan di Rafah, AS tahan kiriman senjata untuk Israel
Indonesia
•
09 May 2024

Wapres Filipina minta Mahkamah Agung hentikan sidang pemakzulan dirinya
Indonesia
•
20 Feb 2025

Indonesia
•
15 Mar 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
