
Studi ungkap pria muda paling berisiko terkena skizofrenia terkait penggunaan ganja

Seorang tentara angkatan laut Meksiko menjaga lokasi tempat pembakaran 7,66 ton mariyuana di Negara Bagian Sonora, Meksiko utara, pada 9 Juli 2009. (Xinhua/Pool)
Risiko terkena skizofrenia lebih tinggi pada pria muda dengan gangguan penggunaan ganja, dengan perkiraan bahwa bahwa sebanyak 30 persen kasus penyakit mental serius ini di kalangan pria berusia 21 hingga 30 tahun dapat dicegah dengan menghindari hal tersebut.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Pria muda dengan gangguan penggunaan ganja memiliki risiko lebih tinggi terkena skizofrenia, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada Kamis (4/5).Studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Medicine tersebut menganalisis data riwayat kesehatan terperinci selama lima dekade yang mewakili lebih dari 6 juta orang di Denmark untuk memperkirakan fraksi kasus skizofrenia yang dapat dikaitkan dengan gangguan penggunaan ganja di tingkat populasi.Para peneliti menemukan bukti kuat dari hubungan antara gangguan penggunaan ganja dan skizofrenia pada pria maupun wanita, meskipun hubungan tersebut jauh lebih kuat di kalangan pria muda.Menggunakan model-model statistik, para peneliti memperkirakan bahwa sebanyak 30 persen kasus skizofrenia di kalangan pria berusia 21 hingga 30 tahun dapat dicegah dengan menghindari gangguan penggunaan ganja.Skizofrenia merupakan penyakit mental serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Pengidap skizofrenia dapat tampak seperti kehilangan kontak dengan kenyataan, dan gejala skizofrenia bisa mempersulit partisipasi dalam aktivitas biasa sehari-hari, menurut studi tersebut.Namun, perawatan yang efektif tersedia untuk gangguan penggunaan ganja maupun skizofrenia."Keterikatan antara gangguan penggunaan zat dan penyakit mental menjadi masalah kesehatan masyarakat utama, yang membutuhkan tindakan segera dan dukungan bagi orang-orang yang membutuhkannya," tutur Nora Volkow, direktur Institut Penyalahgunaan Narkoba Nasional Amerika Serikat sekaligus salah satu peneliti dalam studi ini."Karena akses untuk mendapatkan produk ganja semakin luas, sangat penting bagi kami untuk juga memperluas pencegahan, pemantauan, dan perawatan bagi orang-orang yang mungkin mengalami penyakit mental terkait penggunaan ganja," kata Volkow.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China ungkap mekanisme superkonduktivitas suhu tinggi
Indonesia
•
23 May 2026

Studi ungkap radiasi matahari mungkin berdampak terhadap bagian dalam Bumi
Indonesia
•
22 Jul 2024

China tambah 2 ‘geopark’ global UNESCO baru
Indonesia
•
16 Apr 2026

Studi ungkap perdagangan satwa liar global ancam kelangsungan hidup spesies dan biosekuriti
Indonesia
•
14 Nov 2025


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
