
Studi ungkap pergerakan manusia 40 kali lebih besar dibandingkan gabungan seluruh hewan liar

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 27 September 2025 ini menunjukkan pemandangan di sepanjang jalan raya nasional G331 di wilayah Antu, Provinsi Jilin, China timur laut. (Xinhua/Zhang Nan)
Total pergerakan manusia dengan berjalan kaki enam kali lebih besar dibandingkan gabungan pergerakan semua mamalia darat liar, burung, dan artropoda.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti internasional menemukan bahwa total pergerakan manusia sekitar 40 kali lebih besar dibandingkan pergerakan seluruh mamalia darat liar, burung, dan serangga, kata Institut Sains Weizmann (Weizmann Institute of Science/WIS) dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/10).Studi yang dipublikasikan di Nature Ecology & Evolution ini menunjukkan bahwa pergerakan manusia telah meningkat sebesar 4.000 persen sejak Revolusi Industri, sekitar 170 tahun silam. Pada periode yang sama, pergerakan hewan laut mengalami penurunan sekitar 60 persen.Karena pergerakan sangat penting bagi kehidupan, dan hewan melakukan perjalanan untuk mencari makanan, menghindari bahaya, dan menghubungkan ekosistem yang berbeda, para ilmuwan memperingatkan bahwa penurunan pergerakan hewan secara global merupakan tanda yang jelas bahwa alam sedang berada di bawah tekanan.Untuk membandingkan manusia dan hewan, para peneliti menciptakan ukuran baru yang menggabungkan berat total suatu spesies dengan jarak perjalanannya dalam setahun.Dengan menggunakan ukuran ini, mereka menemukan bahwa total pergerakan manusia dengan berjalan kaki enam kali lebih besar dibandingkan gabungan pergerakan semua mamalia darat liar, burung, dan artropoda.Menurut penelitian, sebagian besar pergerakan manusia dilakukan dengan mobil atau sepeda motor, diikuti dengan perjalanan udara, berjalan kaki, dan bersepeda, dengan setiap orang melakukan perjalanan rata-rata 30 km sehari.Para peneliti mengatakan bahwa penggunaan energi oleh satu maskapai penerbangan setara dengan total energi yang dikeluarkan semua burung liar di Bumi untuk terbang selama setahun.Sebuah studi yang dipimpin oleh WIS dan diterbitkan di Nature Communications menemukan bahwa sejak 1850, berat gabungan mamalia darat dan laut liar telah menurun sekitar 70 persen, turun dari sekitar 200 juta ton menjadi hanya 60 juta ton.Pada periode yang sama, bobot manusia meningkat sekitar 700 persen, dan bobot hewan ternak meningkat 400 persen.Jika digabungkan, bobot manusia beserta hewan ternak kini mencapai sekitar 1,1 miliar ton, yang menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan umat manusia sementara satwa liar makin menurun.Studi ini mengungkap seberapa besar dominasi manusia terhadap satwa liar dan betapa sulitnya memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan manusia terhadap alam, menurut para peneliti.Secara khusus, biomassa mamalia laut telah merosot hingga sekitar 30 persen dari tingkat pada 1850 akibat perburuan industrial.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti China kembangkan sutra artifisial super kuat
Indonesia
•
29 Oct 2022

Tinggal di Bulan masuk dalam fokus misi pendaratan berawak China
Indonesia
•
22 Nov 2024

Fokus Berita – Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, pengamat burung di China lanjutkan aktivitas konservasi lahan basah
Indonesia
•
02 Feb 2024

China akan lakukan eksperimen tikus di stasiun luar angkasa
Indonesia
•
01 Nov 2025


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
