Tim ilmuwan China kembangkan robot mini untuk pemantauan fisiologis tubuh

Ilustrasi. (julien Tromeur on Unsplash)
Robot magneto-ultrasonik mini selebar 1,3 milimeter dapat mendeteksi dan mengatur parameter lingkungan, seperti gaya, getaran, viskositas, dan suhu.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China berhasil menggabungkan fungsi sensoris dan kemudi dalam sebuah mesin seukuran biji, yang membuka potensi untuk penentuan dosis obat yang lebih akurat serta pemantauan fisiologis tubuh secara in-situ.Para peneliti dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Huazhong di Provinsi Hubei, China tengah, dan dari Chinese University of Hong Kong di China selatan, mengembangkan sebuah robot magneto-ultrasonik mini selebar 1,3 milimeter yang secara nirkabel dapat mendeteksi dan mengatur parameter lingkungan, seperti gaya, getaran, viskositas, dan suhu, papar laporan yang diterbitkan pekan ini dalam jurnal Science Robotics.Dengan kemampuan mendeteksi rangsangan dan mengubahnya menjadi sinyal ultrasonik, robot seberat 4,6 miligram ini juga mampu memanipulasi objek-objek halus, seperti telur salmon, sebagaimana ditunjukkan dalam uji coba pada model hewan.Para peneliti juga menunjukkan bahwa versi termometer dari robot ini mampu mendeteksi perubahan suhu pada model babi. Sementara itu, versi kapsul dari robot ini membuktikan kemampuannya untuk dapat memberikan dosis cairan yang tepat secara nirkabel di dalam lambung kelinci hidup sekaligus mengukur level dosisnya seiring waktu.Rangkaian uji coba ini secara khusus telah membuka jalan bagi penerapan praktis mesin mini pintar tersebut di dunia nyata.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Material filter baru dikembangkan China untuk pengolahan air limbah bersalinitas tinggi
Indonesia
•
10 Jan 2025

PLTN Xudapu di China mulai pembangunan unit daya baru
Indonesia
•
18 Jul 2024

Tim ilmuwan di Australia ciptakan plastik alami untuk penggunaan sehari-hari
Indonesia
•
03 Oct 2025

Nuklir untuk identifikasi penyebab gizi buruk
Indonesia
•
01 Nov 2019
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
