
Roket komersial China CERES-1 Y8 luncurkan satu satelit baru

Roket pengangkut CERES-1 Y8 yang membawa satelit Jilin-1 Kuanfu 02A lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut, pada 25 Agustus 2023. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Roket pengangkut CERES-1 Y8 memiliki panjang total sekitar 20 meter, dengan berat lepas landas 33 ton, serta mampu membawa muatan seberat 300 kg ke orbit sinkron matahari pada ketinggian 500 km.
Jiuquan, China (Xinhua) – China pada Jumat (25/8) meluncurkan roket pengangkut CERES-1 Y8 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut untuk menempatkan satu satelit baru ke orbit yang direncanakan.Roket komersial itu lepas landas pada Jumat pukul 12.59 Waktu Beijing atau 11.59 WIB dari lokasi peluncuran dengan membawa satelit Jilin-1 Kuanfu 02A.Peluncuran ini menjadi misi penerbangan kedelapan yang menggunakan seri roket CERES-1, sekaligus misi peluncuran keempat berturut-turut dari seri roket CERES-1 pada tahun ini.Dikembangkan oleh perusahaan Galactic Energy yang berbasis di Beijing, CERES-1 merupakan roket pengangkut dengan bahan bakar propelan padat berskala kecil yang mampu mengirim satelit mikro ke orbit. Dengan kapasitas mengangkut beberapa satelit, roket tersebut dapat melayani berbagai misi peluncuran yang disesuaikan.Roket tersebut memiliki panjang total sekitar 20 meter, dengan berat lepas landas 33 ton. Roket itu juga dapat membawa muatan seberat 300 kg ke orbit sinkron matahari pada ketinggian 500 km.Satelit Jilin-1 Kuanfu 02A dikembangkan oleh Chang Guang Satellite Technology Co, Ltd. Satelit tersebut dapat menghasilkan citra dengan lebar lebih dari 150 km dan resolusi 0,5 meter.Jilin-1 Kuanfu 02A akan bekerja dengan satelit-satelit yang telah diluncurkan sebelumnya dari keluarga Jilin-1 untuk membentuk sebuah konstelasi, menyediakan data penginderaan jauh dan layanan untuk berbagai bidang, seperti survei lahan, pembangunan kota pintar, pertanian, dan kehutanan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Luas es laut musim dingin Arktik makin mengecil
Indonesia
•
27 Mar 2026

Siswa SMA buat bioplastik dari pati biji karet
Indonesia
•
10 Nov 2019

Model AI canggih temukan mutasi gen penyebab penyakit
Indonesia
•
28 Oct 2025

WWF laporkan penurunan dramatis spesies darat seluruh dunia sejak 1970
Indonesia
•
11 Sep 2020


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
