
Rumah sakit di Sudan jadi sasaran serangan, lebih dari 2.000 jiwa tewas sejak konflik

Foto yang diabadikan menggunakan kamera ponsel pada 13 Desember 2024 ini menunjukkan kondisi rumah sakit Saudi usai serangan rudal di El Fasher, ibu kota Negara Bagian Darfur Utara di Sudan bagian barat. (Xinhua/Kementerian Kesehatan Negara Bagian Darfur Utara Sudan)
Khartoum, Sudan (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 2.042 orang tewas dan 785 luka-luka dalam 214 serangan terhadap fasilitas perawatan kesehatan di Sudan sejak konflik pecah hampir tiga tahun lalu, kata dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (4/4).
Dalam sebuah pernyataan bersama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyatakan bahwa ada 184 korban jiwa dan 295 korban luka yang tercatat pada kuartal pertama tahun ini saja. Kedua badan PBB itu juga mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya skala dan frekuensi serangan terhadap fasilitas kesehatan di wilayah-wilayah yang terdampak konflik.
"Serangan-serangan ini semakin membatasi akses ke layanan kesehatan pada saat layanan tersebut paling dibutuhkan," kata Shible Sahbani, perwakilan WHO untuk Sudan, yang menyerukan perlindungan bagi pasien dan tenaga kesehatan.
Perwakilan UNICEF Sheldon Yett mengatakan bahwa serangan terhadap rumah sakit "merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak anak," seraya menambahkan bahwa hal itu merampas perlindungan dan layanan penting bagi anak-anak pada saat-saat rentan.
Kedua badan PBB tersebut menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan, staf medis, dan pasien melanggar hukum humaniter internasional serta memperparah krisis kemanusiaan yang sudah parah. Mereka menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati dan melindungi layanan kesehatan, menjamin keselamatan warga sipil dan pekerja kemanusiaan, serta mengizinkan akses berkelanjutan terhadap layanan-layanan esensial.
Pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) sejak pertengahan April 2023 telah menewaskan puluhan ribu orang dan mengakibatkan jutaan lainnya mengungsi, sebut organisasi-organisasi internasional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Palestina sambut baik dukungan PBB terhadap Deklarasi New York tentang solusi dua negara
Indonesia
•
14 Sep 2025

Trump sebut AS akan kawal kapal tanker minyak lewati Selat Hormuz jika diperlukan
Indonesia
•
05 Mar 2026

RS Roosevelt sebut PM Slovakia Robert Fico sudah lewati masa kritis
Indonesia
•
20 May 2024

Survei wadah pemikir sebut mayoritas warga Belanda pandang AS sebagai ancaman global
Indonesia
•
02 May 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
