
Ilmuwan China dan Korsel ungkap misteri asal-usul sapi domestik Asia Timur

Sekawanan sapi domestik sedang merumput di tepi Danau Sayram di Prefektur Otonom Etnis Mongol Bortala di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 15 Desember 2025. (Xinhua/Wang Fei)
Sapi Asia Timur muncul melalui proses panjang yang melibatkan berbagai gelombang introduksi dan integrasi mendalam dengan populasi lokal.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Ilmuwan China dan Korea Selatan (Korsel) berhasil merekonstruksi secara sistematis asal-usul, migrasi, dan evolusi sapi domestik di Asia Timur, yang menantang hipotesis tradisional "asal tunggal", demikian ungkap Universitas Jilin.Temuan-temuan mereka mengindikasikan bahwa sapi Asia Timur muncul melalui proses panjang yang melibatkan berbagai gelombang introduksi dan integrasi mendalam dengan populasi lokal.Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Jilin bekerja sama dengan Universitas Nasional Seoul dan sejumlah lembaga arkeologi di China.Dengan mengintegrasikan 166 sampel sapi purba (ancient bovine) dari puluhan situs arkeologi di seluruh China yang mencakup rentang waktu hampir 10.000 tahun, tim tersebut berhasil menyusun kumpulan data genomik sapi purba terbesar di dunia dan paling komprehensif secara temporal di Asia Timur.Bukti genetik mengungkapkan bahwa sekitar 5.000 tahun silam, pada periode Neolitik akhir, Bos taurus diperkenalkan di Lembah Sungai Kuning dan kemudian berkawin silang dengan aurochs liar yang ada di daerah itu.Sementara itu, sapi domestik awal di Xinjiang menunjukkan kontribusi genetik dari Bos taurus asal Asia Barat dan Bos indicus asal Asia Selatan. Mulai dari akhir Zaman Perunggu hingga Zaman Besi, populasi ini secara bertahap menyebar ke timur hingga ke wilayah Sungai Kuning, terus membentuk struktur genetik sapi di China utara.Kemudian, antara Zaman Besi hingga Dinasti Ming dan Qing, perpaduan lebih lanjut antara kawanan sapi utara dan selatan membentuk dasar genetik sapi China modern.Penelitian ini memberikan peta genetik komprehensif pertama mengenai asal-usul dan penyebaran sapi di Asia Timur, sekaligus memberikan wawasan baru tentang migrasi manusia transkontinental prasejarah, pertukaran teknologi, dan interaksi antarperadaban kuno.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jamur enoki, kaya protein dan senyawa bioaktif
Indonesia
•
27 Jun 2020

Studi ungkap peran mikroba yang bermanfaat dalam tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
05 May 2025

COVID-19 – Rusia ajukan pendaftaran vaksin semprot hidung
Indonesia
•
19 Mar 2022

Sayuran berdaun bantu ekstraksi logam beracun dari tanah, tawarkan masa depan pertambangan berkelanjutan
Indonesia
•
14 Apr 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
