
Satelit Fengyun-3G baru China sediakan pemantauan curah hujan presisi tinggi

Para pejalan kaki berjalan di Jalan Nanjing, Pedestrian Mall, di Shanghai, China timur, pada 25 Juli 2021.(Xinhua/Fang Zhe)
Satelit Fengyun-3G baru China dilengkapi radar pengukuran presipitasi frekuensi ganda yang memungkinkan satelit tersebut mengamati gerimis secara akurat, bahkan pada ketinggian 407 kilometer.
Beijing, China (Xinhua) – Seberapa banyak curah hujan yang akan ditimbulkan oleh topan pada tahun ini? Para ilmuwan China akan dapat menjawab pertanyaan semacam itu dengan lebih akurat di masa yang akan datang berkat peluncuran Fengyun-3G (FY-3G) pada Ahad (16/4), sebuah satelit yang didedikasikan untuk mengukur presipitasi di Bumi.Dengan rentang waktu operasional selama enam tahun, FY-3G merupakan satelit pertama di China yang memungkinkan para ilmuwan memantau curah hujan Bumi dari luar angkasa sekaligus salah satu dari hanya tiga satelit semacam itu di dunia. Satelit tersebut dikembangkan oleh sebuah institut China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), dan sistem daratnya akan dibangun serta dioperasikan oleh Administrasi Meteorologi China.Sebagai anggota ke-20 dari seri Fengyun, FY-3G akan menyoroti kekuatan konstelasi satelit meteorologi orbit rendah China dan secara signifikan meningkatkan kemampuan peringatan dini untuk hujan badai global, ungkap Chen Zhenlin, kepala pusat observatorium meteorologi.Di masa lalu, data presipitasi diperoleh terutama dengan alat pengukur hujan dan radar berbasis darat. Namun, kekurangan peralatan dan distribusi yang tidak merata membuatnya sulit untuk memperoleh informasi skala besar dan presisi tinggi.Perangkat darat memiliki titik buta, tetapi satelit di luar angkasa dapat memperbaiki kekurangan ini, membuat data tersedia untuk berbagai tempat di mana pengukuran berbasis darat jarang dilakukan, kata Zhang Peng, wakil direktur Pusat Meteorologi Satelit Nasional.Guna meningkatkan akurasi pemantauan presipitasi dan peringatan dini, para ilmuwan juga memasang radar pengukuran presipitasi frekuensi ganda pada FY-3G, yang memungkinkan satelit tersebut mengamati gerimis secara akurat, bahkan pada ketinggian 407 kilometer.Qian Bin, kepala perancang FY-3G, mengatakan bahwa satelit tersebut mengadopsi orbit kemiringan rendah, dengan kemiringan 50 derajat. Satelit itu akan memberikan data curah hujan terutama dalam kisaran 50 derajat lintang utara hingga 50 derajat lintang selatan.
Sebuah roket Long March-4B yang mengangkut satelit Fengyun-3 07 lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut, pada 16 April 2023. China pada Minggu (16/4) pagi waktu setempat meluncurkan roket Long March-4B untuk menempatkan satelit meteorologi baru di luar angkasa. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dukung misi Bulan dan Mars, tim ilmuwan luncurkan peta jalan untuk pertanian antariksa
Indonesia
•
29 Nov 2025

China rampungkan uji pengapian untuk mesin propelan cair berdaya dorong tinggi
Indonesia
•
01 May 2024

China luncurkan satelit Geely-02
Indonesia
•
05 Feb 2024

Kru Shenzhou-18 rampungkan ‘spacewalk’ pertama
Indonesia
•
30 May 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
