
Sebelas spesies burung liar baru telah ditemukan di Danau Baiyangdian, China utara

Foto yang diabadikan pada 22 Juli 2022 ini menunjukkan bebek Baer (Aythya baeri) dan bebek mata putih (Aythya nyroca) di Danau Baiyangdian yang terletak di Kawasan Baru Xiong'an, Provinsi Hebei, China utara. (Xinhua/Xing Guangli)
Spesies burung liar di Danau Baiyangdian tercatat 248, bertambah 42 spesies sejak didirikannya Kawasan Baru Xiong'an pada 2017, yang terletak di Danau Baiyangdian, sebuah lahan basah besar di Provinsi Hebei, China utara.
Shijiazhuang, China (Xinhua) – Sebelas spesies burung liar baru telah ditemukan di Danau Baiyangdian, sebuah lahan basah besar di Provinsi Hebei, China utara, sejak Oktober lalu, demikian disampaikan oleh otoritas setempat pada Rabu (7/12).Saat ini terdapat 248 spesies burung liar di Danau Baiyangdian, bertambah 42 spesies sejak didirikannya Kawasan Baru Xiong'an pada 2017, menurut komite administratif area tersebut, tempat Danau Baiyangdian berada.Dari seluruh spesies itu, terdapat 10 spesies burung liar yang mendapat perlindungan nasional kelas satu dan 45 spesies yang mendapat perlindungan nasional kelas dua.Perlindungan lingkungan untuk Danau Baiyangdian terus diperkuat sejak Kawasan Baru Xiong'an didirikan. Kualitas air Danau Baiyangdian telah meningkat, dan Xiong'an telah menetapkan sembilan habitat burung di lahan basah itu, yang menerapkan larangan berburu sepanjang tahun.Tian Yongchang, wakil direktur biro sumber daya alam wilayah Anxin di Kawasan Baru Xiong'an, mengatakan pihaknya menugaskan 16 pengawas habitat burung profesional yang baru direkrut untuk melakukan inspeksi gabungan di delapan rute yang telah ditentukan bersama sejumlah staf pemerintah setempat dan sukarelawan yang mencintai dan melindungi burung. Selama musim migrasi tahun ini, lebih dari 2.000 sukarelawan lokal berpartisipasi dalam kampanye perlindungan burung.Untuk melindungi burung-burung dari kondisi cuaca yang buruk pada musim dingin, Kawasan Baru Xiong'an telah menyiapkan lokasi khusus yang memungkinkan burung-burung langka untuk makan selama musim dingin di sebuah lahan basah artifisial yang dangkal dengan total luas sekitar 186,7 hektare di samping Danau Baiyangdian.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pameran teknologi Jerman soroti keberlanjutan pada elektronik konsumen
Indonesia
•
06 Sep 2023

Tim ilmuwan China ciptakan pendinginan pasif baru untuk bangunan
Indonesia
•
24 Nov 2023

China publikasikan set data baru yang diperoleh wahana Mars dan Bulan
Indonesia
•
06 Sep 2023

Ekspedisi Gunung Qomolangma 2023 mutakhirkan level pengamatan meteorologi
Indonesia
•
27 May 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
