
Trump Resmi tandatangani RUU One Big Beautiful Bill

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato dari balkon Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 4 Juli 2025. Trump secara resmi menandatangani rancangan undang-undang kebijakan bersejarahnya, One Big Beautiful Bill, menjadi undang-undang pada Jumat (4/7) sore waktu setempat. (Xinhua/Hu Yousong)
One Big Beautiful Bill mencerminkan agenda kebijakan Trump, termasuk pemotongan pajak serta peningkatan anggaran untuk pengeluaran militer dan keamanan perbatasan.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi menandatangani rancangan undang-undang (RUU) kebijakan bersejarahnya, One Big Beautiful Bill, menjadi undang-undang (UU) pada Jumat (4/7) sore waktu setempat.Upacara penandatanganan di Gedung Putih berlangsung sehari setelah RUU tersebut lolos dengan selisih tipis di Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Kamis (3/7). Trump menetapkan batas waktu agar RUU itu disahkan sebelum 4 Juli, sehingga upacara penandatanganan dapat menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan yang mencakup atraksi terbang pesawat pengebom B-2.UU tersebut mencerminkan agenda kebijakan Trump, termasuk pemotongan pajak serta peningkatan anggaran untuk pengeluaran militer dan keamanan perbatasan.Berbicara sebelum upacara penandatanganan, Trump memuji Pemimpin Mayoritas Senat John Thune dan Ketua DPR AS Mike Johnson atas upaya mereka dalam mengoordinasikan konferensi untuk mengesahkan RUU tersebut. "Kedua individu itu adalah tim yang tidak akan terkalahkan," ujarnya.Perwakilan dari kedua partai di DPR sangat terpecah dalam menyikapi RUU tersebut, yang mencakup pemangkasan besar-besaran anggaran untuk layanan kesehatan dan program pangan bagi masyarakat miskin, serta peningkatan pengeluaran untuk militer dan keamanan perbatasan, serta memangkas pajak untuk berbagai lapisan pendapatan. RUU ini diprediksi akan menambah beban utang negara yang sudah tinggi sebesar 3,3 triliun dolar AS.*1 dolar AS = 16.209 rupiahRUU tersebut diloloskan dalam pemungutan suara di DPR AS dengan selisih suara yang tipis, yakni 218 banding 214, dengan seluruh anggota Partai Demokrat dan dua anggota Partai Republik, Thomas Massie dari Kentucky dan Brian Fitzpatrick dari Pennsylvania, memberikan suara menolak.Setelah DPR AS meloloskan RUU tersebut, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut RUU itu sebagai "sebuah rangkuman dari semua kebijakan yang diusung sang presiden dalam kampanyenya dan yang dipilih oleh rakyat Amerika," serta mengatakan bahwa hari itu merupakan "hari kemenangan bagi rakyat Amerika."Gedung Putih memuji pengesahan RUU tersebut sebagai kemenangan legislatif terbesar bagi sang presiden, menyatakan dalam siaran pers pada Kamis sore tersebut bahwa "Berulang kali, Presiden Trump dan Partai Republik berjuang dan menang untuk rakyat Amerika".Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China layangkan protes pada WTO soal subsidi AS untuk kendaraan listrik
Indonesia
•
29 Mar 2024

Minyak jatuh tertekan kekhawatiran ekonomi dan dolar yang menguat
Indonesia
•
10 May 2022

Kapasitas energi terbarukan China naik pada 2021, capai 1,06 miliar kilowatt
Indonesia
•
01 Feb 2022

Arab Saudi tetapkan Idul Adha 1442 Hijriah jatuh pada 20 Juli
Indonesia
•
10 Jul 2021


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
