
Trump klaim Ukraina siap "rebut kembali seluruh wilayahnya"

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersiap-siap menaiki helikopter Marine One di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 7 September 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Sikap Gedung Putih terkait konflik Rusia-Ukraina berubah drastis sejak Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama berbulan-bulan untuk membuat konsesi guna mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Rusia, mengeklaim bahwa Kiev "tidak memiliki peluang" dalam negosiasi tersebut.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (23/9) membuat unggahan di media sosial yang menyebut bahwa dirinya yakin Ukraina, dengan dukungan dari Eropa dan NATO, "siap untuk melawan dan merebut kembali seluruh wilayahnya ke kondisi awal."Pernyataan tersebut menandakan perubahan drastis dalam sikap Gedung Putih terkait konflik Rusia-Ukraina sejak Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky selama berbulan-bulan untuk membuat konsesi guna mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Rusia, mengeklaim bahwa Kiev "tidak memiliki peluang" dalam negosiasi tersebut."Setelah mengetahui dan memahami sepenuhnya situasi militer dan ekonomi Ukraina/Rusia, dan setelah melihat masalah ekonomi yang ditimbulkannya terhadap Rusia, saya yakin Ukraina, dengan dukungan Uni Eropa, siap untuk melawan dan merebut kembali wilayahnya ke kondisi awal," tulis Trump di Truth Social."Dengan waktu, kesabaran, dan dukungan finansial dari Eropa, khususnya NATO, batas-batas awal yang merupakan titik mula dimulainya perang ini, sangat mungkin diwujudkan," kata Trump."Kami akan terus memasok senjata ke NATO agar NATO dapat melakukan apa yang mereka inginkan dengan senjata tersebut," ujar Trump.Saat bertemu dengan Zelensky di sela-sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City sebelumnya pada Selasa yang sama, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa negara-negara NATO harus menembak jatuh jet Rusia yang melanggar wilayah udara mereka.Dalam sebuah surat tertanggal Sabtu (20/9) yang ditujukan kepada presiden Dewan Keamanan PBB, Estonia mengeklaim bahwa tiga pesawat tempur MiG-31 Rusia masuk hingga 10 kilometer ke dalam wilayah udara Estonia dan terus berada di wilayah udara mereka selama 12 menit pada Jumat (19/9).Dmitry Polyanskiy, deputi pertama dari perwakilan tetap Rusia untuk PBB, membantah bahwa jet Rusia telah melanggar wilayah udara Estonia dan menuduh negara-negara Eropa sengaja menyebarkan Russophobia (kebencian terhadap Rusia).Geng Shuang, deputi perwakilan tetap China untuk PBB, pada Senin (22/9) mengatakan bahwa China mendesak pihak-pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri, mengklarifikasi fakta dan menghilangkan keraguan melalui dialog dan komunikasi, menghindari kesalahpahaman dan kesalahan penilaian, serta mencegah ketegangan meluas atau meningkat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Boikot Saudi rugikan Turki 20 miliar dolar AS
Indonesia
•
21 Oct 2020

Israel klaim telah tangkap "teroris senior" di Tepi Barat
Indonesia
•
11 Apr 2025

Komisaris HAM PBB peringatkan potensi "mengerikan" serangan militer Israel ke Rafah
Indonesia
•
13 Feb 2024

Iran tuntut perang berakhir permanen, alih-alih gencatan senjata
Indonesia
•
03 May 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
