
China berencana bangun sistem BeiDou generasi berikutnya

Pengunjung menjajal perangkat kemudi mesin pertanian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Internasional tentang Penerapan Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BDS) ketiga di Zhuzhou, Provinsi Hunan, China tengah, pada 24 Oktober 2024. (Xinhua/Dai Bin)
Sistem BeiDou generasi berikutnya akan memberikan navigasi, pemosisian, dan pengaturan waktu yang sangat akurat dan real-time dengan tingkat presisi mulai dari meter hingga desimeter.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China berencana akan mengembangkan sistem BeiDou generasi berikutnya, yang secara teknologi akan lebih maju dan secara fungsional akan lebih kuat, serta menawarkan layanan yang berkualitas lebih tinggi.Tiga satelit eksperimental dari sistem navigasi tersebut dijadwalkan akan diluncurkan sekitar 2027, sementara penyebaran jaringan akan dimulai sekitar 2029 dan akan rampung pada 2035.China menargetkan pencapaian kemajuan teknologi penting per 2025, sebagaimana ditunjukkan di dalam sebuah laporan yang dirilis pada Kamis (28/11) dalam simposium peringatan 30 tahun pembangunan Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BDS) milik negara tersebut.Sistem BeiDou generasi berikutnya akan memberikan navigasi, pemosisian, dan pengaturan waktu yang sangat akurat dan real-time dengan tingkat presisi mulai dari meter hingga desimeter, ungkap Kantor Navigasi Satelit China.Sistem tersebut akan bercirikan ketepatan dan keandalan, aksesibilitas tanpa batas, kemampuan cerdas, integrasi jaringan, dan fleksibilitas yang dapat disesuaikan, ujar Yang Changfeng, kepala perancang BDS.Selain itu, sistem tersebut juga akan memberikan cakupan yang komprehensif ke terminal-terminal pengguna yang membentang dari permukaan bumi hingga kedalaman ruang angkasa.BDS buatan China mulai dibangun pada 1994. Pembangunan BDS-1 dan BDS-2 masing-masing rampung pada 2000 dan 2012. Ketika BDS-3 selesai dibangun dan mulai beroperasi pada 31 Juli 2020, China menjadi negara ketiga yang memiliki sistem satelit navigasi global independen.Dibandingkan dengan sistem navigasi satelit global lainnya yang menggunakan konfigurasi konstelasi orbit tunggal, konstelasi orbit hybrid pada BDS dipandang sebagai ‘solusi China’.BDS-3 terdiri dari 24 satelit orbit Bumi menengah, tiga satelit orbit Bumi geostasioner, dan tiga satelit orbit geosinkron miring, sehingga menjadi standar baru bagi sistem navigasi satelit global.BDS generasi berikutnya akan "mengoptimalkan struktur konstelasi tersebut guna membentuk konstelasi campuran dari orbit Bumi tinggi, menengah, dan rendah," ungkap Xie Jun, wakil kepala perancang BDS.BDS generasi berikutnya juga akan dilengkapi infrastruktur darat yang terintegrasi dan efisien, yang memastikan pengoperasian tanpa gangguan, pembagian data (data sharing), serta alokasi sumber daya yang fleksibel.Layanan BDS dan produk-produk terkait telah diekspor ke lebih dari 130 negara, memberikan pilihan yang beragam kepada pengguna dan pengalaman penerapan yang lebih baik, serta mendorong pengembangan industri, papar sebuah buku biru yang dirilis pada Oktober.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kapasitas terpasang energi angin dan surya di China 330 juta kW di awal 2022
Indonesia
•
22 Mar 2022

Reruntuhan delapan situs kota kuno ditemukan di Kawasan Baru Xiong'an China
Indonesia
•
02 Apr 2024

Kertas berlapis minyak nabati, solusi ramah lingkungan untuk kemasan makanan
Indonesia
•
21 Jan 2026

Studi: Kurangi jam nonton TV bisa cegah penyakit jantung
Indonesia
•
25 May 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
