Sistem restorasi jaringan listrik otonomos berteknologi AI pertama China sukses diuji coba

Foto yang diabadikan pada 16 September 2020 ini menunjukkan pemandangan malam hari di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Mao Siqian)
Sistem restorasi jaringan listrik otonomos 110 kilovolt (kV) pertama China, yang didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), belum lama ini berhasil menyelesaikan uji coba perdananya di Shenzhen, pusat ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) China.
Shenzhen, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sistem restorasi jaringan listrik otonomos 110 kilovolt (kV) pertama China, yang didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), belum lama ini berhasil menyelesaikan uji coba perdananya di Shenzhen, pusat ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) China.Sistem ini, yang digunakan di gardu induk berkapasitas 110 kV di basis kantor pusat industri emerging strategis Liuxiandong, mendemonstrasikan kemampuannya untuk memulihkan aliran listrik hanya dalam waktu 17 detik dalam skenario simulasi gangguan, peningkatan 95 persen dibandingkan pengoperasian manual, demikian disampaikan biro catu daya Shenzhen di bawah China Southern Power Grid.Sistem restorasi mandiri ini menggunakan algoritma AI untuk secara otomatis mendeteksi kesalahan, menghasilkan strategi pemulihan daya secara waktu nyata (real-time), dan beralih ke sumber daya cadangan.Teknologi mutakhir ini memastikan waktu henti layanan (downtime) yang minim dan meningkatkan keandalan catu daya, terutama di area-area penting seperti Liuxiandong, pusat industri teknologi informasi dan AI generasi berikutnya."Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan untuk listrik di area kantor pusat Liuxiandong telah berkembang luar biasa. Sejak 2020, tiga gardu induk baru telah beroperasi, meningkatkan total kapasitas gardu induk sebesar 858 megavolt ampere (MVA), sehingga meningkatkan kapasitas pasokan daya regional hingga 2,2 kali," kata Zu Yueqiang, manajer proyek divisi konstruksi Shenzhen Power Supply Bureau.Proyek gardu induk 110 kV, dengan investasi 93 juta yuan atau setara 12,96 juta dolar AS, menambah kapasitas sebesar 189 MVA dan mencakup jalur transmisi baru sepanjang 9,3 kilometer. Gardu induk ini melayani fasilitas-fasilitas utama seperti Stasiun Kereta Cepat Xili Shenzhen dan kantor pusat raksasa teknologi DJI, yang dikenal sebagai ‘Sky City’.*1 yuan = 2.263 rupiah**1 dolar AS = 16.506 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Misi Chang'e-7 China akan mendarat di Kutub Selatan Bulan untuk cari es air
Indonesia
•
06 Feb 2025

Reruntuhan delapan situs kota kuno ditemukan di Kawasan Baru Xiong'an China
Indonesia
•
02 Apr 2024

COVID-19 – Rusia siap luncurkan uji klinis vaksin semprot hidung
Indonesia
•
24 Aug 2021

Teleskop raksasa China deteksi lebih dari 900 pulsar baru
Indonesia
•
18 Apr 2024
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
