
Taiwan bangun portal informasi pemberdayaan imigran baru dalam 7 bahasa, termasuk Indonesia

Pemandangan di Kota Taipei, Taiwan. (Vas on Unsplash)
Situs Informasi Pengembangan Pemberdayaan Imigran Baru Taiwan menyediakan layanan konsultasi gratis dalam bahasa Mandarin, Inggris, Vietnam, Indonesia, Thailand, Khmer, dan Myanmar.
Jakarta (CAN/Indonesia Window) – Pemerintah Taiwan telah membangun Situs Informasi Pengembangan Pemberdayaan Imigran Baru, yang menyediakan layanan konsultasi gratis dalam bahasa Mandarin, Inggris, Vietnam, Indonesia, Thailand, Khmer, dan Myanmar, kata Wakil Direktur Jenderal Imigrasi Chen Chien-Cheng, Ahad (16/3).Situs itu akan mengintegrasikan informasi terkait kehidupan, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, serta hak dan kesejahteraan imigran baru, ujarnya, menambahkan bahwa di samping itu, pihaknya juga telah membuat akun LINE resmi untuk mempermudah akses informasi pemerintah bagi kelompok tersebut dan masyarakat luas.Pembuatan situs tersebut dilakukan seiring cakupan penerapan UU Pokok Imigran Baru yang telah diperluas, tidak hanya mencakup pasangan dalam pernikahan, melainkan juga tenaga profesional dan teknis, termasuk mahasiswa asing yang sudah bekerja setelah lulus, kata Chen dalam sebuah acara terkait imigran baru di Taipei, Ahad.Pemerintah Taiwan menyambut para tenaga profesional dari berbagai negara untuk tinggal dalam jangka panjang, berintegrasi dengan masyarakat setempat, hingga mengajukan naturalisasi, guna membangun hubungan sosial yang harmonis dan sejahtera bersama, ujarnya.Untuk memperkuat penyebaran informasi mengenai kebijakan perekrutan dan retensi talenta di Taiwan serta informasi bagi mahasiswa asing yang ingin menetap setelah lulus, Chen mengatakan institusinya telah mengundang berbagai lembaga pemerintah untuk berbagi pengalaman secara langsung.Chen juga menyampaikan bahwa guna menunjukkan sinergi antara sektor publik dan swasta dalam meningkatkan layanan bagi imigran baru, acara ini turut mengundang berbagai instansi pemerintah untuk mendirikan stan informasi bersama kelompok tersebut.Melalui permainan interaktif di lokasi acara, kata Chen, dia berharap para mahasiswa asing dan imigran baru dapat memanfaatkan keahlian mereka serta mewujudkan potensi diri, sekaligus berkontribusi pada pembangunan dan kemajuan negara.Sumber: CNALaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sukarelawan China beri kehangatan anak-anak pengungsi Afghanistan saat musim dingin
Indonesia
•
24 Jan 2023

Feature – Mengapa bahasa Mandarin miliki daya tarik global?
Indonesia
•
15 Jun 2024

Argentina umumkan kematian pertama akibat cacar monyet
Indonesia
•
29 Nov 2022

Majelis Umum PBB desak otoritas Afghanistan izinkan anak perempuan kembali bersekolah
Indonesia
•
01 Oct 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
