
Reruntuhan makam dan sumur berusia lebih dari 4.500 tahun ditemukan di China timur

Foto dari udara yang tak bertanggal ini menunjukkan Situs Sidun di Distrik Tianning, Changzhou, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xinhua/Museum Nanjing)
Situs Sidun mencerminkan peralihan dari Kebudayaan Songze akhir ke Kebudayaan Liangzhu dan memberikan perspektif baru bagi kajian model perkembangan peradaban regional di hilir Sungai Yangtze pada zaman kuno.
Nanjing, China (Xinhua) – Empat puluh makam, beberapa bangunan bergaya panggung, dan sumur, yang berusia sekitar 4.500 hingga 5.500 tahun, baru-baru ini ditemukan di Kota Changzhou, Provinsi Jiangsu, China timur.Reruntuhan tersebut, dengan berbagai peninggalan, seperti tembikar, perkakas giok, dan perkakas batu, ditemukan di Situs Sidun yang di masa kini terletak di Distrik Tianning, Changzhou.Situs itu berpusat pada sebuah gundukan oval, yang dikelilingi oleh lebih dari 10 fondasi datar kecil dan diapit oleh dua sistem pengairan. Menurut Museum Nanjing, luas totalnya mencapai sekitar 1,5 juta meter persegi.Museum Nanjing beserta para penelitinya telah melakukan upaya penggalian di situs tersebut sejak 2019.
Foto tak bertanggal ini menunjukkan sejumlah relik yang ditemukan di Situs Sidun di Distrik Tianning, Changzhou, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xinhua/Museum Nanjing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pameran teknologi Jerman soroti keberlanjutan pada elektronik konsumen
Indonesia
•
06 Sep 2023

Studi ungkap material kaca di tanah Bulan simpan air dari berbagai sumber
Indonesia
•
12 May 2024

Jumlah bangau leher hitam di Tibet, China, meningkat pesat
Indonesia
•
06 Mar 2023

Arab Saudi buka pendaftaran kompetisi teknologi layanan haji dan umroh
Indonesia
•
25 Feb 2022


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
