Ilmuwan China temukan spesies tanaman baru Oreocharis di China barat daya

Foto dari udara yang diabadikan pada 12 Juni 2023 ini menunjukkan pemandangan padang rumput di Prefektur Xilingol, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/Peng Yuan)
Oreocharis oriolus memiliki karakteristik unik pada venasi di daun, rambut-rambut pada permukaan (indumentum) gagang bunga, tangkai bunga, dan daun pelindung, serta bentuk daun pelindung.
Beijing, China (Xinhua) – Tim ilmuwan China menemukan spesies tanaman baru Oreocharis di Provinsi Yunnan, China barat daya, menurut Institut Biologi Chengdu (Chengdu Institute of Biology/CIB) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Penemuan tersebut, yang dilakukan oleh para peneliti dari CIB dan Institut Botani Guangxi di CAS, baru-baru ini telah dipublikasikan di jurnal Ecology and Evolution.Dalam sebuah investigasi lapangan terhadap komunitas pohon ek pada Agustus 2021, tim peneliti itu menemukan spesies Oreocharis yang belum pernah ditemukan sebelumnya di wilayah Ninglang, Yunnan.Dengan membandingkan tanaman tersebut dengan beberapa spesies Oreocharis yang telah diketahui, tim peneliti mengonfirmasi bahwa tanaman tersebut merupakan spesies baru, dengan karakteristik unik pada venasi di daun, rambut-rambut pada permukaan (indumentum) gagang bunga, tangkai bunga, dan daun pelindung, serta bentuk daun pelindung.Spesies baru tersebut diberi nama Oreocharis oriolus yang diambil dari nama burung oriole yang lincah, karena bunganya yang berwarna kuning cerah menyerupai warna bulu burung itu.Setelah melakukan investigasi mendalam mengenai cakupan vegetasi, tim peneliti tersebut menemukan bahwa spesies baru itu memiliki penyebaran yang terbatas, tumbuh di celah-celah batu kapur di area seluas dua kilometer persegi.Spesies baru tersebut saat ini terdaftar sebagai spesies yang sangat terancam punah dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN).Menurut tim peneliti itu, penemuan spesies tanaman tersebut semakin memperkaya keanekaragaman Oreocharis di China, dan memberikan nilai positif bagi biogeografi Pegunungan Hengduan di China barat daya.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

China kembangkan roket pengangkut dan wahana antariksa untuk pendaratan di Bulan
Indonesia
•
24 Jul 2023

Wahana udara nirawak ‘Jiutian’ China rampungkan penerbangan perdana, bidik fungsi sipil serbaguna
Indonesia
•
12 Dec 2025

Ilmuwan China identifikasi gen kunci untuk lawan parasit tanaman
Indonesia
•
18 Feb 2025

Huawei luncurkan ‘smartwatch’ baru dengan fitur pendukung olahraga profesional di Indonesia
Indonesia
•
29 May 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
