
PBB: Sekitar 18 juta orang di Sudan terancam kerawanan pangan akibat musim paceklik mendatang

Sejumlah sukarelawan memasak makanan untuk dibagikan secara gratis di Omdurman, Sudan, pada 5 Februari 2024. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Stok pangan di Sudan akan menjadi semakin langka pada bulan-bulan musim paceklik mendatang, sehingga mengancam kehidupan lebih banyak orang.
PBB (Xinhua) – Para pegiat kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (6/2) memperingatkan bahwa stok pangan di Sudan akan menjadi semakin langka pada bulan-bulan musim paceklik mendatang, sehingga mengancam kehidupan lebih banyak orang.Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan sekitar 18 juta orang mengalami kerawanan pangan akut, 10 juta lebih banyak dari tahun lalu.Peringatan OCHA itu bertepatan dengan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang mengeluarkan peringatan bahwa situasi belalang gurun di Sudan telah memburuk secara signifikan sejak pertengahan tahun lalu. Menurut FAO, kerugian pertanian tidak dapat dihindari tanpa upaya yang berkelanjutan untuk mengendalikan invasi belalang tersebut.Lembaga-lembaga bantuan telah memberikan bantuan yang menyelamatkan jiwa kepada 7 juta orang di Sudan sejak perang saudara meletus pada 15 April 2023. OCHA mengatakan ketidakamanan yang diakibatkan oleh perang dan kurangnya dana mengancam kemampuan para pekerja kemanusiaan untuk menjangkau masyarakat yang sangat membutuhkan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Obat penurun berat badan jadi pilihan baru untuk perangi obesitas di China
Indonesia
•
01 Dec 2024

WMO: Tahun 2023 jadi tahun terpanas yang pernah tercatat
Indonesia
•
14 Jan 2024

Generasi muda China sukses kembangkan layanan perawatan bagi warga lansia
Indonesia
•
22 Feb 2024

Riset: 1 dari 5 orang Indonesia berisiko alami masalah kesehatan mental
Indonesia
•
30 Oct 2021


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
