
Sejumlah pakar China eksplorasi penggunaan terintegrasi ‘mikroskop super’

Foto dari udara yang diabadikan pada 18 Juli 2023 ini menunjukkan China Spallation Neutron Source (CSNS) di Dongguan, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Liu Dawei)
Sumber neutron spalasi dan sumber radiasi sinkrotron memiliki banyak kelompok pengguna yang sama, serta banyak kesamaan dalam teknologi utama dan metode eksperimental.
Lanzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 500 pakar China berkumpul dalam sebuah konferensi di Lanzhou, Provinsi Gansu, China barat laut, mulai Rabu (7/8) hingga Jumat (9/8) untuk mengeksplorasi penggunaan terintegrasi dari Hefei Light Source (HLS) dan China Spallation Neutron Source (CSNS), dua fasilitas ilmiah besar yang dijuluki sebagai ‘mikroskop super’ untuk mempelajari struktur dari dunia mikroskopis.HLS adalah sumber cahaya sinkrotron pertama di China, sedangkan CSNS adalah sumber neutron spalasi berdenyut pertama di negara itu dan keempat di dunia.Saat berbicara pada konferensi tersebut, Wang Sheng, wakil direktur Institut Fisika Energi Tinggi (Institute of High Energy Physics/IHEP) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), mengatakan bahwa HLS dan CSNS masing-masing menggunakan sinar-X dan neutron untuk mempelajari struktur mikro dan sifat materi. Pemanfaatan terintegrasi dari dua fasilitas ilmiah besar ini dapat menghasilkan informasi struktural yang lengkap tentang material, kata Wang.Ilmuwan tersebut menjelaskan bahwa sumber neutron spalasi dan sumber radiasi sinkrotron memiliki banyak kelompok pengguna yang sama, serta banyak kesamaan dalam teknologi utama dan metode eksperimental. Lebih dari 95 persen pengguna sumber neutron spalasi juga merupakan pengguna sumber cahaya, dan banyak proyek penelitian memerlukan penggunaan kedua fasilitas tersebut, imbuhnya.Wang mengatakan bahwa konferensi itu membangun sebuah platform bagi para pakar dan pengguna untuk bertukar pikiran, seraya menambahkan bahwa para peserta berharap dapat menggunakan dua perangkat ilmiah besar tersebut untuk melakukan penelitian ilmiah tingkat tinggi serta mempromosikan aplikasi lebih lanjut dari sumber cahaya sinkron dan sumber neutron di bidang multidisiplin seperti ilmu material, hayati dan lingkungan, katalisis energi, dan teknologi rekayasa.Para ahli menyarankan untuk sepenuhnya memanfaatkan keunggulan komplementer dari teknologi hamburan neutron dan teknologi radiasi sinkrotron untuk mendorong integrasi antardisiplin ilmu, pengembangan industri teknologi tinggi, dan kerja sama akademis.Konferensi itu diselenggarakan bersama oleh Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China dan IHEP.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia terapkan ‘cofiring’ biomassa tingkatkan bauran energi
Indonesia
•
18 Sep 2020

SpaceX kembali luncurkan 23 satelit internet Starlink ke luar angkasa
Indonesia
•
07 Apr 2024

Studi baru ungkap hubungan keterbatasan air pada fotosintesis hutan
Indonesia
•
08 Mar 2023

Filipina peringatkan soal potensi suhu udara "berbahaya" hingga 51 derajat
Indonesia
•
12 Apr 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
