
Survei garis salju tunjukkan gletser Selandia Baru terus susut

Foto yang diabadikan pada 24 Maret 2024 ini memperlihatkan pemandangan Gletser Fox di pesisir barat Pulau Selatan, Selandia Baru. (Xinhua/Yang Liu)
Survei garis salju terbaru di Selandia Baru mengungkap ‘penyusutan berkelanjutan’ pada gletser di negara itu.
Wellington, Selandia Baru (Xinhua) – Survei garis salju terbaru di Selandia Baru mengungkap ‘penyusutan berkelanjutan’ pada gletser di negara itu.Gletser di Selandia Baru tampak "hancur dan luluh" karena hilangnya es yang terus-menerus, kata Institut Penelitian Air dan Atmosfer Nasional (National Institute of Water and Atmospheric Research/NIWA) pada Senin (25/3).NIWA telah terbang di atas pegunungan Selandia Baru untuk melakukan survei garis salju pada akhir musim panas, mengamati keadaan gletser dan ketinggian garis salju sejak 1970-an.Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana lanskap Selandia Baru yang menakjubkan mengalami transformasi, kata Andrew Lorrey, pemimpin program sekaligus ilmuwan utama NIWA.Secara keseluruhan, garis salju telah meningkat, dan dalam beberapa tahun terakhir peningkatan tersebut makin cepat, sehingga Selandia Baru terus mengalami tren hilangnya es glasial, kata Lorrey.Lorrey mengaitkan hal itu dengan peningkatan suhu global, dengan delapan dari 10 tahun terpanas yang pernah dialami Selandia Baru sejak pencatatan dimulai terjadi dalam satu dekade terakhir.Tahun 2023 menjadi tahun terpanas kedua yang pernah tercatat, sebuah tren yang juga terjadi di tempat-tempat lain di dunia, dengan 86 persen wilayah Bumi mengalami suhu di atas rata-rata pada tahun itu, kata Lorrey."Bahkan jika kita mengalami beberapa musim yang lebih dingin, itu tidak akan cukup untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi," lanjutnya.Gletser merupakan bagian penting dari lingkungan, ekonomi, dan budaya Selandia Baru. Gletser adalah sumber air lelehan yang penting, yang menopang habitat sungai dan menyalurkan nutrisi ke danau, sungai, dan lautan. Gletser juga memasok air bagi danau-danau pembangkit listrik tenaga air, yang berdampak pada ketersediaan energi terbarukan, serta menyumbang jutaan dolar bagi ekonomi Selandia Baru melalui pariwisata, kata ilmuwan tersebut.Selandia Baru merupakan salah satu dari sedikit tempat di garis lintang tengah yang penduduknya tinggal di dekat gletser, tempat orang-orang dapat melihat dan mengunjunginya dengan mudah. Namun, situasinya makin sulit. Operator pariwisata harus melakukan penetrasi makin jauh ke pegunungan untuk menjangkau gletser, tutur Lorrey.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Spanyol bersiap hadapi kekeringan musim semi dan gelombang panas musim panas
Indonesia
•
25 Mar 2024

COVID-19 – AS rekomendasikan suntikan ‘booster’ untuk Moderna dan Johnson & Johnson
Indonesia
•
23 Oct 2021

Tim ilmuwan Australia manfaatkan AI untuk selamatkan Great Barrier Reef
Indonesia
•
15 Feb 2025

Peneliti China identifikasi reseptor hormon untuk imunoterapi kanker
Indonesia
•
08 Aug 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
