
Tak ada sinyal? Warga Beijing kini bisa kirim SMS via satelit saat bencana

Seorang pelanggan (kanan) berbelanja di toko telepon seluler di Binzhou, Provinsi Shandong, China timur, pada 9 Juli 2025. (Xinhua/Chu Baorui)
SMS satelit BeiDou secara khusus dirancang untuk mengatasi kendala pengiriman dan penerimaan pesan teks di wilayah-wilayah yang tidak memiliki cakupan sinyal terestrial.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam situasi bencana ekstrem selama musim banjir, ketika sinyal komunikasi jaringan terestrial tidak tersedia, warga di Beijing, ibu kota China, dapat memanfaatkan layanan pesan singkat (short message service/SMS) dari Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BeiDou Navigation Satellite System/BDS) untuk melakukan komunikasi darurat dan meminta bantuan.
Menurut laporan Beijing Daily pada Rabu (17/6), tiga operator telekomunikasi utama di Beijing, yakni China Mobile, China Unicom, dan China Telecom, bersama-sama telah meluncurkan layanan komunikasi darurat berbasis SMS tersebut bagi warga setempat pada Senin (15/6).
Saat ini, lebih dari 170 model ponsel pintar mendukung fungsi pengiriman SMS tersebut, dan tidak ada persyaratan khusus untuk perangkat penerima pesan.
Layanan ini memungkinkan pengguna mengirimkan pesan dengan data geolokasi akurat untuk pelaporan bencana secara tepat waktu, konfirmasi keselamatan, maupun permintaan bantuan penyelamatan darurat, bahkan ketika jaringan komunikasi di Bumi mengalami gangguan total, asalkan ponsel pintar yang digunakan mendukung fitur pengiriman pesan dari satelit BeiDou.
Warga dapat mengakses antarmuka SMS satelit BeiDou sebagaimana saat mengirim pesan teks biasa, menuliskan pesan, lalu menekan tombol kirim. Setelah itu, ponsel pintar akan secara otomatis memulai proses pencarian satelit. Dengan mengikuti petunjuk pada layar dan mengarahkan perangkat ke satelit BeiDou yang berada di langit barat daya, pengguna umumnya dapat terhubung ke satelit dan mengirim pesan dalam waktu lima hingga 15 detik.
Setiap pesan dapat dikirim secara bersamaan kepada maksimal empat penerima dengan panjang pesan paling banyak 20 aksara Mandarin. Isi pesan dan informasi lokasi yang disertakan sama-sama dihitung dalam batas jumlah karakter tersebut.
Setelah setiap pengiriman atau penerimaan pesan, pengguna harus menunggu selama satu menit sebelum dapat melakukan tindakan berikutnya. Penerima dapat melihat lokasi pada peta dengan mengeklik tautan yang tertanam dalam pesan, serta dapat membalas secara langsung dengan pesan yang panjangnya maksimal 10 aksara Mandarin.
Layanan ini tidak dikenai biaya selama tidak digunakan. Setelah pesan dikirim, tarif akan diberlakukan per pesan, sedangkan penerimaan pesan tetap tidak dipungut biaya, demikian disebutkan dalam laporan Beijing Daily. Warga dapat mengaktifkan fungsi SMS satelit BeiDou secara langsung melalui pengaturan ponsel pintar mereka dan bisa segera menggunakannya.
SMS satelit BeiDou secara khusus dirancang untuk mengatasi kendala pengiriman dan penerimaan pesan teks di wilayah-wilayah yang tidak memiliki cakupan sinyal terestrial.
Layanan ini dapat digunakan dalam berbagai situasi, seperti pencegahan banjir dan penanggulangan bencana, kendaraan otonomos, patroli lapangan, serta ekspedisi dan penjelajahan di kawasan tak berpenghuni.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Suhu lautan capai rekor tertinggi, tingkatkan kekhawatiran soal perubahan iklim
Indonesia
•
12 Jan 2025

Studi: Pengurangan gas rumah kaca global dalam industri kertas perlu strategi beragam
Indonesia
•
26 Dec 2023

ZTE dan XLSMART luncurkan pusat inovasi di Jakarta untuk dukung pengembangan 5G-A dan AI di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Perkakas batu periode Paleolitikum ditemukan di Mongolia Dalam, China utara
Indonesia
•
04 Jan 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
