
Spesies katak baru ditemukan di ‘Kota Kungfu’ china

Leptobrachella kungfu. (ZooKeys 1259: 185–204 (2025), DOI: 10.3897/zookeys.1259.164646)
Leptobrachella kungfu mempunyai garis hitam yang jelas di belakang matanya, jari-jari kakinya sedikit berselaput dengan tepi yang lebar, alur tak terputus di bawah jari-jari kakinya, dan kulit punggung kasar tanpa lipatan yang lebih besar.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah spesies katak baru telah ditemukan di Kota Foshan, Provinsi Guangdong, China selatan. Katak ini diberi nama Leptobrachella kungfu, terinspirasi oleh seni bela diri China, untuk menghormati warisan budaya Foshan sebagai ‘Kota Kung Fu’ yang tersohor.Penemuan ini, yang dilakukan bersama oleh para peneliti dari Politeknik Teknik Perlindungan Lingkungan Guangdong dan Akademi Ilmu Lingkungan Provinsi Guangdong, diterbitkan pada Rabu (12/11) di jurnal taksonomi internasional ZooKeys.Menurut tim peneliti tersebut, spesies baru ini diidentifikasi melalui kombinasi karakteristik morfologi dan analisis molekuler. Mereka menemukan bahwa spesies ini berukuran kecil, dengan enam spesimen katak jantan dewasa yang dikumpulkan memiliki panjang tubuh dari moncong hingga kloaka (snout-vent length/SVL) antara 25,7 mm hingga 28,2 mm.Katak ini mempunyai garis hitam yang jelas di belakang matanya, jari-jari kakinya sedikit berselaput dengan tepi yang lebar, alur tak terputus di bawah jari-jari kakinya, dan kulit punggung kasar tanpa lipatan yang lebih besar.Katak ini terutama ditemukan di daerah perbukitan di bagian barat Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area/GBA) Guangdong-Hong Kong-Makau, suatu kawasan yang padat penduduk dan sangat terurbanisasi."Penemuan ini menunjukkan bahwa bahkan petak-petak kecil alam di dalam kota besar pun merupakan rumah penting bagi spesies unik dan membutuhkan perlindungan kita," ujar ketua tim Lin Shishi, seraya menambahkan bahwa hal ini mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam survei keanekaragaman hayati yang terperinci dan terspesialisasi di kawasan tersebut.Tim peneliti juga telah mengembangkan panduan identifikasi untuk genus Leptobrachella di Guangdong untuk mendukung pengenalan spesies dan upaya konservasi lebih lanjut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sampel eksperimen ilmiah baru dari stasiun luar angkasa China tiba di Bumi
Indonesia
•
02 Nov 2023

China luncurkan inisiatif untuk atasi kekhawatiran global terkait pengembangan AI
Indonesia
•
26 Oct 2023

Penelitian ungkap kontributor utama kematian terkait polusi udara di Eropa
Indonesia
•
05 Jul 2023

Survei: Mayoritas organisasi media optimistis terhadap AI generatif
Indonesia
•
15 Oct 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
