
1 juta orang di Kamboja masih terancam oleh ranjau darat

Seorang penjinak ranjau mencari ranjau dan persenjataan yang belum meledak di sebuah ladang ranjau di Provinsi Siem Reap, Kamboja, pada 16 Januari 2024. (Xinhua/Liao Hongqing)
Target bebas ranjau Kamboja diharapkan tercapai pada 2025, dengan membersihkan tambahan lahan seluas 533 kilometer persegi yang terkontaminasi ranjau serta lahan seluas 1.321 kilometer persegi lainnya yang terkontaminasi oleh bom tandan (cluster munition) dan bahan peledak sisa perang (explosive remnants of war/ERW) lainnya.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet pada Kamis (22/2) meminta dukungan yang lebih besar dari komunitas internasional untuk mencapai target bebas ranjau pada 2025.Dalam sebuah pesan untuk memperingati Hari Kesadaran Ranjau Nasional pada 24 Februari, PM Kamboja tersebut mengatakan bahwa dukungan keuangan dan teknis yang berkelanjutan sangat penting bagi negara Asia Tenggara itu untuk merealisasikan impian bebas ranjau mereka."Kami meminta partisipasi yang lebih besar dari komunitas internasional untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya ranjau darat dan amunisi yang masih aktif (unexploded ordnance/UXO), pembunuh tersembunyi yang mengancam keamanan manusia bahkan setelah konflik bersenjata berakhir," ujar Hun Manet.Untuk mencapai target bebas ranjau pada 2025, dia mengatakan negara kerajaan itu harus membersihkan tambahan lahan seluas 533 kilometer persegi yang terkontaminasi ranjau serta lahan seluas 1.321 kilometer persegi lainnya yang terkontaminasi oleh bom tandan (cluster munition) dan bahan peledak sisa perang (explosive remnants of war/ERW) lainnya.Ly Thuch, Menteri Senior sekaligus Wakil Presiden Pertama Otoritas Aksi Ranjau dan Bantuan Korban Kamboja (Cambodian Mine Action and Victim Assistance Authority), mengatakan bahwa pembersihan ranjau darat dan ERW tidak hanya akan menyelamatkan nyawa, tetapi juga akan berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.
Seorang penjinak ranjau mencari ranjau dan amunisi yang masih aktif (unexploded ordnance/UXO) di sebuah ladang ranjau di Provinsi Siem Reap, Kamboja, pada 16 Januari 2024. (Xinhua/Liao Hongqing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Hong Kong larang impor produk akuatik Jepang karena air limbah terkontaminasi nuklir
Indonesia
•
24 Aug 2023

Inggris dan UE akan boikot Rusia pada KTT G20
Indonesia
•
12 Nov 2022

AS-Korsel mulai latihan militer terbesar di tengah serangan balasan Korut
Indonesia
•
22 Aug 2022

AS desak warganya tinggalkan Rusia untuk hindari wajib militer
Indonesia
•
29 Sep 2022


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
