
AI tingkatkan konservasi burung di danau air tawar terbesar di China

Kawanan burung biru laut ekor hitam terbang di atas kawasan konservasi burung bangau putih di tepi Danau Poyang di Nanchang, Provinsi Jiangxi, China timur, pada 10 Maret 2023. (Xinhua/Zhou Mi)
Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membantu mengidentifikasi spesies burung serta menghitung secara akurat kepadatan dan kuantitas kawanan burung.
Nanchang, China (Xinhua) – Danau Poyang, danau air tawar terbesar di China, meluncurkan sebuah platform pengelolaan pintar yang didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan konservasi burung."Dengan bantuan teknologi AI, kami dapat langsung mengidentifikasi spesies burung serta menghitung secara akurat kepadatan dan kuantitas kawanan burung," kata Sun Yue, yang bekerja di Administrasi Cagar Alam Nasional Danau Poyang di Provinsi Jiangxi, China timur.Melalui analisis data, cagar alam tersebut dapat mengalokasikan personel patroli secara efisien dan meluncurkan intervensi tepat waktu dalam merespons berbagai anomali seperti kekurangan makanan, tutur Sun.
Kawanan burung avocet terbang di atas lahan basah muara Teluk Quanzhou di Provinsi Fujian, China tenggara, pada 18 November 2023. Kawanan burung migran singgah di Fuzhou, Quanzhou, dan sejumlah daerah lainnya di Provinsi Fujian seiring mereka bergerak ke selatan untuk menghabiskan musim dingin. Di antara mereka, populasi sejumlah burung langka, seperti burung ibis sendok berwajah hitam (black-faced spoonbill) dan kedidi paruh sendok (spoon-billed sandpiper) yang berada di bawah perlindungan nasional kelas satu di China, terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, Provinsi Fujian telah meluncurkan serangkaian proyek rehabilitasi ekologi untuk memperkuat upaya perlindungan lahan basah, pengelolaan rute sungai, pengolahan sampah laut, dan restorasi vegetasi hutan. Dengan penyempurnaan lingkungan ekologi yang berkelanjutan, Provinsi Fujian berhasil menarik sejumlah besar burung migran untuk datang ke lahan basah tersebut guna menghabiskan musim dingin dan berkembang biak setiap tahun. (Xinhua/Wei Peiquan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar sebut teknologi kapal dan peralatan kelautan China semakin maju
Indonesia
•
05 Apr 2023

Perjanjian untuk bangun pusat mangrove internasional pertama di dunia diteken di Shenzhen
Indonesia
•
08 Nov 2024

NASA lakukan investigasi kecelakaan kendaraan udara pertama di luar Bumi
Indonesia
•
13 Dec 2024

Roket China jatuh ke Bumi, NASA sebut Beijing tak berbagi informasi
Indonesia
•
31 Jul 2022


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
