
Tim peneliti NASA uji coba pendekatan baru untuk deteksi tsunami

Foto yang diabadikan pada 20 Januari 2022 ini menunjukkan rumah-rumah dan infrastruktur yang diterjang tsunami di Nuku'alofa, ibu kota Tonga. (Xinhua/Marian Kupu)
Teknologi pemantauan bencana tsunami, yang dinamai GUARDIAN (GNSS Upper Atmospheric Real-time Disaster Information and Alert Network), memanfaatkan sinyal GPS untuk melacak ombak di Cincin Api Pasifik, lalu menyaring sinyal-sinyal tersebut untuk mendapatkan petunjuk bahwa tsunami telah muncul di suatu lokasi di Bumi.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Tim ilmuwan dari Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration/NASA) sedang menguji sebuah pendekatan baru untuk mendeteksi tsunami melalui suara gemuruh yang ditimbulkannya di atmosfer, kata lembaga itu pada Rabu (31/5).Teknologi pemantauan bencana baru tersebut, yang dinamai GUARDIAN (GNSS Upper Atmospheric Real-time Disaster Information and Alert Network), memanfaatkan sinyal GPS untuk melacak ombak di Cincin Api Pasifik. Sistem baru itu menyaring sinyal-sinyal tersebut untuk mendapatkan petunjuk bahwa tsunami telah muncul di suatu lokasi di Bumi.Meski alat navigasi biasanya berupaya untuk mengoreksi gangguan pada ionosfer, para ilmuwan dapat menggunakannya sebagai alarm penyelamat, kata Léo Martire, ilmuwan di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan yang mengembangkan GUARDIAN."Alih-alih mengoreksi hal ini sebagai sebuah kesalahan, kami memanfaatkannya sebagai data untuk mendeteksi bencana alam," imbuh Martire.Tujuan jangka panjang teknologi pemantauan bencana tsunami GUARDIAN adalah untuk meningkatkan sistem peringatan dini, menurut NASA.Tsunami adalah rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan hingga lebih 900 kilometer per jam, terutama diakibatkan oleh gempa bumi yang terjadi di dasar laut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Desa berusia lebih dari 3.000 tahun ditemukan di China utara
Indonesia
•
05 Jun 2023

China pelopori agenda kolaboratif dan inklusif dalam tata kelola AI global
Indonesia
•
08 Jul 2024

Stasiun luar angkasa China akan teliti regenerasi planaria
Indonesia
•
24 Mar 2025

Anak macan tutul salju dilepasliarkan di Tibet, China
Indonesia
•
05 Dec 2022


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
