
China akan genjot pengembangan robot tanggap darurat

Foto yang diabadikan pada 17 November 2022 ini menunjukkan sebuah robot penyelamat yang dipamerkan di World Voice Expo kelima di Hefei, Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Zhang Duan)
Teknologi robot tanggap darurat dikembangkan untuk tujuan-tujuan penting, seperti pengintaian, pencarian kehidupan, dukungan material, pemadaman kebakaran, operasi berisiko tinggi, penyelamatan kompleks, pembukaan saluran kehidupan, dan dukungan komunikasi dalam menanggapi beragam situasi, termasuk antara lain banjir, kebakaran, gempa bumi, dan bencana geologis.
Beijing, China (Xinhua) – China akan mempercepat upaya untuk memproduksi robot tanggap darurat canggih pada 2025. Robot-robot ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk pencarian dan penyelamatan dalam situasi darurat.Sebuah pedoman yang dirilis bersama oleh Kementerian Manajemen Darurat China dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyatakan bahwa pengembangan dan penerapan praktis teknologi robot tanggap darurat akan memajukan modernisasi sistem dan kemampuan manajemen darurat di negara tersebut.Menurut pedoman tersebut, robot tanggap darurat adalah robot pintar yang melakukan tugas-tugas seperti pemantauan dan peringatan dini, pencarian dan penyelamatan, komando komunikasi, dukungan logistik, dan operasi lainnya dalam situasi seperti pencegahan, pengurangan, dan bantuan bencana, serta dapat menggantikan pekerjaan manusia secara sebagian atau seluruhnya.Tujuan utamanya adalah mengembangkan sekelompok robot tanggap darurat canggih yang lebih profesional, beradab, dan pintar pada 2025, menurut pedoman tersebut.Menurut pedoman tersebut, berbagai upaya secara khusus akan diperkuat guna mengembangkan robot tanggap darurat untuk tujuan-tujuan penting, seperti pengintaian, pencarian kehidupan, dukungan material, pemadaman kebakaran, operasi berisiko tinggi, penyelamatan kompleks, pembukaan saluran kehidupan, dan dukungan komunikasi dalam menanggapi beragam situasi, termasuk antara lain banjir, kebakaran, gempa bumi, dan bencana geologis.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China kembangkan e-skin dengan regulasi isotermal
Indonesia
•
04 Jan 2024

Obat antikanker Rocbrutinib tunjukkan respons objektif 63,9 persen dalam uji klinis
Indonesia
•
06 Jun 2026

Feature – ‘Smartwatch’ dan gaya hidup berbasis data, mengapa makin diminati di Indonesia?
Indonesia
•
15 Aug 2026

Pesawat kargo nirawak Tianma-1000 buatan China rampungkan penerbangan perdana
Indonesia
•
14 Jan 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
