
Ilmuwan China pindai tembok kota kuno Xi'an dengan bantuan sinar kosmik

Foto yang diabadikan pada September 2021 ini menunjukkan peralatan partikel muon sinar kosmik di sebuah titik pengamatan yang terletak di dinding luar tembok kota kuno di Kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, China barat laut. (Xinhua)
Tembok kota kuno Xi'an yang terkenal dan telah berusia lebih dari 600 tahun di Provinsi Shaanxi, China barat laut, sangat penting bagi studi konstruksi perkotaan, sejarah, budaya, pertahanan militer, dan arsitektur dalam peradaban masyarakat China kuno.
Lanzhou, China (Xinhua) – Sebuah tim peneliti baru-baru ini menyelesaikan ‘pengecekan fisik’ pada tembok kota kuno Xi'an yang terkenal dan telah berusia lebih dari 600 tahun di Provinsi Shaanxi, China barat laut. Proses pengecekan itu dibantu menggunakan partikel sinar kosmik berenergi tinggi, dan semua relik tetap utuh selama proses berlangsung.Pemindaian berteknologi tinggi ini dilakukan dengan sistem pencitraan nondestruktif muon sinar kosmik berbasis sintilator plastik pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh China.Dengan enam titik pengamatan yang dipasang di seksi ke-58 yang menjorok keluar dari dinding luar tembok kota kuno Xi'an, peralatan itu dapat melakukan pengumpulan data dan menghasilkan gambar bagian dalam tembok melalui sistem pencitraan tersebut. Metode ini memungkinkan tim mendeteksi potensi kerusakan di bagian dalam tembok, kata Liu Zhiyi, seorang profesor dari Universitas Lanzhou, yang memimpin penelitian itu."Ini menjadi aplikasi domestik pertama dari sistem pencitraan muon di bidang perlindungan relik budaya," kata Liu, seraya menambahkan bahwa timnya juga sedang mempersiapkan kemungkinan kerja sama dengan departemen-departemen pelestarian relik budaya di seluruh China, termasuk departemen yang bertanggung jawab atas Gua Gunung Maiji dan Gua Mogao di Provinsi Gansu.Xi'an memiliki salah satu tembok kota kuno China yang paling terpelihara dengan baik. Keberadaan tembok tersebut sangat penting bagi studi konstruksi perkotaan, sejarah, budaya, pertahanan militer, dan arsitektur dalam peradaban masyarakat China kuno. Namun, setelah ratusan tahun berdiri, beberapa bagian tembok itu pun mengalami penurunan atau runtuh. Beberapa kerusakan bahkan tertanam jauh di dalam struktur dinding, sehingga menimbulkan tantangan yang lebih besar bagi konservator arkeologi untuk mendeteksi dan merestorasi relik tersebut.Teknologi pencitraan muon serupa sebenarnya telah lama diadopsi di bidang arkeologi internasional. Pada 2017, sebuah tim peneliti gabungan memindai Piramida Besar Giza, yang dikenal sebagai Piramida Khufu, di Mesir. Pemindaian itu mengungkapkan keberadaan lorong kosong sepanjang 30 meter yang ditemukan baru-baru ini, yang diyakini sebagai ruang rahasia, dan dapat membantu mengungkap misteri bagaimana monumen kuno spektakuler itu dibangun.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Platform T-makers jembatani Selat Taiwan dengan inovasi dan peluang bisnis
Indonesia
•
18 Jun 2024

Ekosistem mangrove efektif urai limbah budi daya laut
Indonesia
•
28 Apr 2026

Studi sebut kekeringan parah berkaitan dengan kepunahan ‘hobbit’ Indonesia
Indonesia
•
10 Dec 2025

China luncurkan roket pengangkut Lijian-2 Y1
Indonesia
•
31 Mar 2026


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
