
Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 1 April 2020 ini menunjukkan para peneliti bekerja di laboratorium Universitas Queensland (UQ) di Brisbane, Australia. (Xinhua/Universitas Queensland)
Tes darah dapat membantu mendeteksi kanker stadium dini dengan mengidentifikasi empat protein utama dalam partikel-partikel kecil yang dilepaskan oleh sel ke dalam aliran darah.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti di Australia telah mengembangkan tes darah yang dapat membantu mendeteksi kanker stadium dini dengan mengidentifikasi empat protein utama dalam partikel-partikel kecil yang dilepaskan oleh sel ke dalam aliran darah.
Penelitian tersebut, yang dilakukan oleh para ilmuwan dari beberapa institusi di Australia, termasuk Universitas Queensland dan Universitas Melbourne, meneliti vesikel ekstraseluler, partikel kecil menyerupai gelembung yang membawa protein dan molekul lain di antara sel-sel, menurut ringkasan penelitian yang diterbitkan di situs web Australian Science Media Center pada Rabu (25/3).
Para peneliti membandingkan protein dalam partikel-partikel tersebut yang berasal dari sel sehat dan sel kanker, lalu menemukan pola empat protein yang berkaitan dengan kanker. Mereka menggunakan informasi ini guna mengembangkan sebuah tes untuk mendeteksi empat protein yang sama dalam sampel kanker, menurut laporan tersebut.
Ketika mereka menguji kinerja tes tersebut pada sampel dari pasien dengan sembilan jenis kanker yang berbeda atau dari individu yang sehat, mereka menemukan bahwa tes tersebut mampu membedakan sampel sehat dari sampel kanker dengan tingkat akurasi yang tinggi, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports Medicine.
Tes tersebut juga telah dievaluasi pada 68 sampel darah dari sejumlah pasien yang diduga menderita kanker paru-paru, sebut para peneliti, seraya menambahkan bahwa tes tersebut mampu membedakan antara perubahan paru-paru yang tidak berbahaya dan kanker paru-paru stadium dini, menunjukkan potensi penggunaan dalam skrining populasi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Misi astronaut Saudi ke luar angkasa diluncurkan pada 21 Mei 2023
Indonesia
•
15 May 2023

COVID-19 – Ahli: Tidak lebih 1 persen genom bermutasi sejak awal pandemik
Indonesia
•
12 Nov 2020

Dua spesies laut baru ditemukan di laut dalam Australia Barat
Indonesia
•
07 Oct 2025

Mikrofosil hewan berumur 535 juta tahun berotot langka yang terawetkan ditemukan di China
Indonesia
•
12 Oct 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
