Tesla akan PHK 10 persen lebih karyawannya secara global

Foto yang diabadikan pada 15 April 2024 ini menunjukkan pemandangan di luar gerai Tesla di San Mateo, California, Amerika Serikat. (Xinhua/Li Jianguo)
Tesla melakukan PHK terhadap 10 persen lebih dari jumlah karyawannya secara global guna memangkas biaya dan menggenjot produktivitas.
San Francisco, AS (Xinhua) – Tesla melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap "10 persen lebih" dari jumlah karyawannya secara global guna memangkas biaya dan menggenjot produktivitas, demikian menurut sebuah surel (email) internal yang dikirimkan kepada para staf oleh CEO Elon Musk, lapor Electrek dan Bloomberg News pada Senin (15/4)."Saat kami menyiapkan perusahaan ini untuk fase pertumbuhan kami selanjutnya, sangat penting untuk mengamati setiap aspek perusahaan guna memangkas biaya dan menggenjot produktivitas," ujar Musk dalam surel tersebut, seraya menambahkan bahwa pertumbuhan Tesla menyebabkan adanya "duplikasi peran dan fungsi pekerjaan di bidang-bidang tertentu.""Sebagai bagian dari upaya tersebut, kami telah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap organisasi itu dan mengambil keputusan yang sulit untuk memangkas jumlah karyawan kami sebanyak lebih dari 10 persen secara global. Saya sangat sedih dengan keputusan ini, namun itu harus dilakukan. Ini akan memungkinkan kami untuk menjadi ramping, inovatif, dan bersemangat untuk siklus pertumbuhan berikutnya," ungkap Musk.PHK yang berpotensi memengaruhi lebih dari 14.000 orang itu muncul dua pekan usai produsen mobil listrik tersebut melaporkan penurunan penjualan pertamanya secara tahunan (yoy) dalam tiga tahun terakhir. Perusahaan itu juga memperingatkan bahwa pertumbuhan penjualan pada 2024 dapat tercatat "jauh lebih rendah" dibandingkan target pertumbuhan 50 persen yang dicanangkan perusahaan tersebut setiap tahunnya.Tesla pada 2 April lalu memublikasikan laporan produksi dan pengiriman kendaraan untuk kuartal pertama (Q1) 2024, dengan jumlah pengiriman turun 8,5 persen dari Q1 2023 dan sekitar 20 persen dari Q4 tahun lalu.Total pengiriman kuartalan Tesla untuk Q1 2024 mencapai 386.810 unit, di bawah estimasi para analis.Sementara itu, produksinya mencapai 433.371 unit pada kuartal yang sama, menunjukkan penurunan 1,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan 12,5 persen dari kuartal sebelumnya.Tesla membukukan produksi 412.376 unit mobil Model 3/Y dan mengirimkan 369.783 unit model tersebut. Perusahaan itu juga memproduksi 20.995 model lainnya dan mengirimkan 17.027 unit."Penurunan volume ini sebagian disebabkan oleh fase awal produksi Model 3 yang sedang diperbarui di pabrik Fremont kami dan penutupan pabrik yang diakibatkan oleh pengalihan pengiriman yang disebabkan oleh konflik di Laut Merah, dan serangan pembakaran di Gigafactory Berlin," ungkap Tesla dalam sebuah pernyataan.Saham Tesla juga dilaporkan anjlok 29 persen pada Q1 2024. Penurunan ini yang terbesar sejak akhir 2022 dan penurunan kuartalan tertajam ketiga sejak perusahaan tersebut melantai di bursa saham pada 2010.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

China targetkan pangkas konsumsi energi sebesar 13,5 persen pada 2025
Indonesia
•
25 Jan 2022

Inflasi AS melonjak 9,1 persen pada Juni, tertinggi selama empat dekade
Indonesia
•
15 Jul 2022

‘Cocoa Technical Center’ di Pasuruan bantu petani tingkatkan produksi kakao
Indonesia
•
08 Oct 2020

Sektor pariwisata Thailand bersiap sambut kembalinya wisatawan China
Indonesia
•
04 Jan 2023
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
