
Ilmuwan China singkap rahasia menjaga kesegaran teh akhir musim semi

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 3 April 2025 ini menunjukkan para petani sedang memetik daun teh di sebuah perkebunan teh di wilayah Lujiang, Hefei, Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Zuo Xuechang)
Theanine memberikan rasa manis yang lembut untuk menyeimbangkan rasa pahit dari katekin dan kafein, serta memiliki efek menenangkan yang dapat meredakan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur.
Hefei, China (Xinhua/Indonesia Window) – Teh, salah satu minuman paling populer di dunia, memiliki cita rasa yang unik karena kandungan theanine, yang merupakan salah satu bentuk asam amino. Theanine memberikan rasa manis yang lembut untuk menyeimbangkan rasa pahit dari katekin dan kafein, serta memiliki efek menenangkan yang dapat meredakan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur.Kadar theanine tinggi terdapat pada tunas tanaman teh baru yang muncul saat awal musim semi, tetapi kemudian menurun signifikan di akhir musim semi, yang menyebabkan penurunan drastis pada kualitas teh hijau yang diproses dari hasil panen akhir musim semi.Namun, selama bertahun-tahun mekanisme molekuler yang mendasari penurunan kadar theanine secara musiman ini masih belum diketahui. Baru-baru ini, sebuah tim yang dipimpin oleh Profesor Zhang Zhaoliang dari Universitas Pertanian Anhui berhasil memecahkan teka-teki tersebut melalui penelitian jangka panjang, dengan temuan-temuan yang diterbitkan dalam jurnal The Plant Cell.Pada fase pertumbuhan yang pesat saat musim semi, tanaman teh memetabolisme theanine sebagai sumber nitrogen untuk mendukung perkembangan tunas baru. Pertama, protein transportir CsTHS1 mengirim theanine dari sitoplasma ke mitokondria, yang berperan sebagai ‘sumber energi’ sel. Kemudian, enzim CsGGT2 mendegradasi theanine, sehingga menyebabkan penurunan konsentrasinya.Suhu menjadi regulator penting dalam proses ini. Dengan meningkatnya suhu secara musiman, kadar CsTHS1 dan CsGGT2 dalam tanaman teh juga ikut meningkat, sehingga mempercepat proses degradasi theanine.Dengan menyingkap metabolisme theanine pada tanaman teh, penelitian ini berpotensi memberikan strategi untuk meningkatkan cita rasa teh akhir musim semi. "Kita dapat menggunakan penyuntingan gen untuk pemuliaan secara presisi, atau mengembangkan pupuk khusus dan teknik shading guna mempertahankan kadar theanine untuk budi daya teh musim semi premium yang lebih cerdas," tutur Zhang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fosil humerus hewan herbivora berusia 15 juta tahun dipamerkan di Mongolia Dalam
Indonesia
•
10 Oct 2023

Rusia akan bawa tanah dari Venus ke Bumi
Indonesia
•
18 Aug 2020

Regulator Italia jatuhkan denda 15 juta euro kepada OpenAI atas penyalahgunaan data pribadi
Indonesia
•
24 Dec 2024

Ilmuwan temukan kunci untuk perangi ‘kanker’ tanaman jeruk
Indonesia
•
13 Apr 2025


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
