
Trump rencanakan perpanjangan blokade terhadap Iran

Foto yang diabadikan pada 11 April 2026 ini menunjukkan pemandangan eksterior Hotel Serena yang digunakan sebagai lokasi perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan. (Xinhua/Wang Shen)
Konflik Iran-AS selama delapan pekan ini kemungkinan akan berakhir tanpa kesepakatan nuklir atau pelanjutan kembali perang.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginstruksikan pemerintahannya untuk mempersiapkan perpanjangan blokade terhadap Iran setelah gencatan senjata tetap diberlakukan di tengah perundingan yang mandek, lapor The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa (28/4) mengutip pejabat-pejabat AS.
Dalam pertemuan-pertemuan terbaru, termasuk diskusi pada Senin (27/4) dengan jajaran pejabat keamanan tinggi AS di Gedung Putih, Trump memilih untuk terus menekan ekonomi dan ekspor minyak Iran dengan mencegah kapal masuk ke dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran, kata laporan tersebut.
Trump menilai bahwa blokade tersebut, "sebuah langkah berisiko tinggi" untuk memaksa Teheran menyerah dalam isu nuklir, memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan opsi-opsi lain, yakni melanjutkan pengeboman atau pergi meninggalkan konflik, kata para pejabat AS tersebut sebagaimana dikutip WSJ.
Mereka mengatakan kepada WSJ bahwa Trump saat ini tidak bersedia untuk mencabut tuntutannya agar Iran, setidaknya, berjanji menangguhkan pengayaan nuklirnya selama 20 tahun dan menerima pembatasan setelah itu.
Trump dilaporkan mengatakan kepada para bawahannya bahwa tawaran tiga langkah dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan meninggalkan perundingan nuklir hingga negosiasi selanjutnya membuktikan bahwa Teheran tidak bernegosiasi atas dasar iktikad baik.
Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan AS telah mencapai tujuan militernya dalam perang dengan Iran dan bahwa "berkat keberhasilan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, AS memiliki pengaruh maksimal atas rezim tersebut" selama negosiasi untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Namun, memperpanjang blokade juga memperpanjang konflik yang menaikkan harga bahan bakar, merugikan tingkat elektabilitas Trump, dan semakin memperburuk prospek Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu, kata laporan WSJ. Perpanjangan blokade juga menyebabkan jumlah transit melalui Selat Hormuz mencapai angka terendah sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.
Tidak adanya jalur yang jelas dan tegas membuat beberapa pejabat AS menyimpulkan bahwa konflik selama delapan pekan ini kemungkinan akan berakhir tanpa kesepakatan nuklir atau pelanjutan kembali perang, sebuah sentimen yang pertama kali dilaporkan oleh media daring AS, Axios.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemerintah Afghanistan tolak ancaman AS terkait Pangkalan Udara Bagram, desak patuhi Perjanjian Doha
Indonesia
•
23 Sep 2025

Penembakan massal terjadi lagi di AS, sembilan tewas di tiga kota
Indonesia
•
06 Jun 2022

PLTN Fukushima Daiichi buang 55.000 ton lebih air limbah terkontaminasi nuklir ke laut pada 2025
Indonesia
•
25 Mar 2026

Saudi: Kemerdekaan Palestina inti dari kebijakan nasional
Indonesia
•
21 May 2021


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
