Ukraina setujui gencatan senjata 30 hari dalam pembicaraan dengan AS di Arab Saudi

Delegasi Amerika Serikat (AS) dan Ukraina bertemu di Jeddah, Arab Saudi, pada 11 Maret 2025. Pertemuan tingkat tinggi antara delegasi AS dan Ukraina dimulai di Arab Saudi pada Selasa (11/3). (Xinhua/Wang Dongzhen)
Ukraina mengisyaratkan kesiapannya untuk menerima proposal Amerika Serikat terkait "gencatan senjata sementara selama 30 hari yang dilakukan secepatnya" menyusul pembicaraan dengan delegasi AS di Jeddah, Arab Saudi.
Jeddah, Arab Saudi (Xinhua/Indonesia Window) – Ukraina pada Selasa (11/3) mengisyaratkan kesiapannya untuk menerima proposal Amerika Serikat (AS) terkait "gencatan senjata sementara selama 30 hari yang dilakukan secepatnya" menyusul pembicaraan dengan delegasi AS di Jeddah, Arab Saudi, menurut sebuah pernyataan bersama.Pernyataan yang dikeluarkan setelah konsultasi selama berjam-jam antara sejumlah pejabat senior dari kedua negara itu menyebutkan bahwa gencatan senjata dapat diperpanjang melalui kesepakatan bersama. Disebutkan pula bahwa "AS akan menyampaikan kepada Rusia bahwa resiprositas Rusia adalah kunci untuk mencapai perdamaian."Washington setuju untuk "segera menghentikan jeda pertukaran intelijen dan melanjutkan bantuan keamanan ke Ukraina," kata pernyataan tersebut, yang juga menyebutkan bahwa kedua belah pihak membahas pentingnya upaya bantuan kemanusiaan, terutama selama periode gencatan senjata.Para negosiator juga setuju membentuk tim guna memulai pembicaraan yang bertujuan untuk mencapai perdamaian yang kekal. AS menegaskan kembali komitmennya untuk berkomunikasi dengan perwakilan Rusia, sementara Ukraina menekankan perlunya keterlibatan mitra-mitra Eropa dalam proses tersebut, demikian bunyi pernyataan itu.Selain itu, kedua pemimpin negara sepakat untuk melakukan finalisasi "secepatnya untuk perjanjian komprehensif terkait pengembangan sumber daya mineral penting Ukraina guna memperluas ekonomi Ukraina," tambah pernyataan itu.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (tengah), Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz (kiri), dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud terlihat dalam pertemuan tingkat tinggi di Jeddah, Arab Saudi, pada 11 Maret 2025. Pertemuan tingkat tinggi antara delegasi AS dan Ukraina dimulai di Arab Saudi pada Selasa (11/3). (Xinhua/Wang Dongzhen)
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kanan, depan) menyambut kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Jeddah, Arab Saudi, pada 10 Maret 2025. (Xinhua/SPA)
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud (kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Jeddah, Arab Saudi, pada 10 Maret 2025. (Xinhua/Saudi Press Agency)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Visi 2030 Saudi tingkatkan optimisme warganya
Indonesia
•
25 Sep 2019

Presiden China serukan gencatan senjata di Gaza, tekankan solusi dua negara
Indonesia
•
25 Nov 2023

Turkiye akan kirim pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina jika diperlukan
Indonesia
•
08 Mar 2025

Presiden Filipina janji akan tingkatkan kualitas hidup rakyat
Indonesia
•
30 Jul 2023
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
