
Universitas lansia daring di China luncurkan program kelas terbuka baru

Li Sijun, seorang pengajar di Universitas Chizhou untuk Lansia, mengajarkan murid-muridnya gerakan tarian China di Kota Chizhou, Provinsi Anhui, China timur, pada 14 Desember 2023. (Xinhua/Zhao Jinzheng)
Universitas lansia daring menjadi platform yang semakin penting untuk mempromosikan hari tua yang lebih aktif dan sehat.
Beijing, China (Xinhua) – ‘Universitas lansia daring’, sebuah platform pembelajaran yang dijalankan oleh Asosiasi Universitas untuk Lansia China (China Association of the Universities for the Aged), kembali meluncurkan kelas terbuka edisi baru guna memenuhi kebutuhan belajar kaum lansia.Pengumuman ini, yang disampaikan oleh asosiasi tersebut pada Kamis (21/3), menyusul kesuksesan kelas terbuka edisi pertama yang dimulai pada Mei 2023 lalu. Kelas ini diikuti oleh 338 tenaga pengajar dari 76 institusi pendidikan dan menarik lebih dari 70.000 peserta, dengan lebih dari 800.000 kunjungan kuliah.
Para pengunjung lanjut usia (lansia) mengantre untuk mengambil makanan di kantin khusus warga lansia di sebuah komunitas di Distrik Jin'an, Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian, China tenggara, pada 21 Juni 2022. (Xinhua/Jiang Kehong)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – AS masih catat ratusan kasus kematian setiap hari
Indonesia
•
12 Aug 2022

Feature – Pengungsi Lebanon bergegas pulang ke rumah di tengah kegembiraan, kehilangan, dan ketidakpastian
Indonesia
•
30 Nov 2024

Forum pembaca volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris digelar di Kuala Lumpur
Indonesia
•
01 May 2026

Taman bunga Keukenhof di Belanda dibuka untuk umum
Indonesia
•
31 Mar 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
