
Hamas ungkap kemajuan perundingan gencatan senjata saat warga Gaza dambakan perdamaian

Warga Palestina terlihat di lokasi rumah yang hancur pascapengeboman Israel di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 8 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Usulan kesepakatan gencatan senjata mencakup dua fase. Pada fase awal, Hamas akan membebaskan beberapa sandera Israel, termasuk wanita, anak-anak, warga lanjut usia (lansia), dan kasus-kasus kemanusiaan. Sebagai timbal balik, Israel akan membebaskan puluhan tahanan Palestina, menarik pasukannya dari sejumlah wilayah di Gaza, dan memfasilitasi pemulangan para pengungsi ke rumah mereka di Gaza utara.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Negosiasi tidak langsung antara Hamas dan Israel mencatat kemajuan ke arah kesepakatan gencatan senjata, ungkap sejumlah pejabat Palestina pada Ahad (12/1)."Kami tidak jauh dari kesepakatan gencatan senjata jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi secara positif isu-isu utama yang sedang dibahas," ujar Tahir al-Nono, pejabat senior Hamas, dalam komentarnya kepada Xinhua. Al-Nono menambahkan Hamas tetap bersikap "fleksibel" dalam bekerja sama dengan para mediator untuk mengakhiri konflik, sembari menekankan tujuan utama kelompok tersebut adalah "mengakhiri perang."Pejabat Hamas kedua, yang namanya enggan disebutkan, menyatakan kerangka kerja akhir untuk kesepakatan gencatan senjata hampir rampung. "Kami sudah sangat dekat mencapai kesepakatan gencatan senjata," tutur pejabat tersebut. Dia mengungkapkan komite teknis yang melibatkan kedua pihak dan para mediator telah melakukan finalisasi persiapan untuk kesepakatan tersebut.Menurut sejumlah sumber Hamas, kesepakatan yang diusulkan mencakup dua fase. Pada fase awal, Hamas akan membebaskan beberapa sandera Israel, termasuk wanita, anak-anak, warga lanjut usia (lansia), dan kasus-kasus kemanusiaan. Sebagai timbal balik, Israel akan membebaskan puluhan tahanan Palestina, menarik pasukannya dari sejumlah wilayah di Gaza, dan memfasilitasi pemulangan para pengungsi ke rumah mereka di Gaza utara.Fase kedua, yang akan dinegosiasikan dalam fase pertama, diperkirakan akan membahas isu-isu yang lebih luas, termasuk gencatan senjata penuh, penarikan Israel, rekonstruksi Gaza, dan pertukaran tahanan yang komprehensif.
Anak-anak pengungsi Palestina mengantre untuk mendapatkan air bersih di sebuah tempat penampungan sementara di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 7 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pertemuan Xi-Biden akan bantu stabilkan hubungan bilateral penting
Indonesia
•
13 Nov 2023

Arab Saudi akan keluarkan paspor elektronik
Indonesia
•
21 Oct 2021

Foreign Affairs: Memori era dominasi hambat kebijakan luar negeri AS
Indonesia
•
19 Jul 2023

UE sepakati target iklim 2040, pangkas emisi hingga 90 persen
Indonesia
•
12 Dec 2025


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
