Studi baru ungkap SARS-CoV-2 infeksi arteri koroner, tingkatkan peradangan plak

Seorang wanita yang mengenakan masker terlihat di sebuah jalan di Washington DC, Amerika Serikat, pada 16 Desember 2022. (Xinhua/Ting Shen)
Virus yang menyebabkan COVID-19, SARS-CoV-2, dapat secara langsung menginfeksi arteri jantung dan menyebabkan plak lemak di dalam arteri sehingga menjadi sangat meradang, meningkatkan risiko serangan jantung dan strok.
Los Angeles, AS (Xinhua) – SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, dapat secara langsung menginfeksi arteri jantung dan menyebabkan plak lemak di dalam arteri sehingga menjadi sangat meradang, meningkatkan risiko serangan jantung dan strok, menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan pada Kamis (28/9).Studi tersebut, yang didanai oleh Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) Amerika Serikat (AS), menemukan bahwa RNA virus SARS-CoV-2 dapat dideteksi dan bereplikasi pada lesi koroner yang diambil pada saat autopsi dari kasus COVID-19 parah.SARS-CoV-2 menargetkan makrofag plak dan menunjukkan tropisme yang lebih kuat untuk lesi arteri dibandingkan lemak perivaskular yang berdekatan, yang berkorelasi dengan tingkat infiltrasi makrofag.SARS-CoV-2 memicu respons inflamasi kuat pada makrofag yang dibiakkan dan eksplan pembuluh darah aterosklerosis manusia dengan sekresi sitokin yang diketahui memicu terjadinya kardiovaskular, menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Cardiovascular Research itu.Studi tersebut menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 menginfeksi pembuluh darah koroner, memicu peradangan plak yang dapat memicu komplikasi kardiovaskular akut dan meningkatkan risiko kardiovaskular jangka panjang.Temuan itu dapat membantu menjelaskan mengapa orang-orang tertentu yang terjangkit COVID-19 berpeluang lebih besar mengalami penyakit kardiovaskular, atau jika sudah mengidapnya, mengalami lebih banyak komplikasi yang berhubungan dengan jantung, ungkap NIH.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi: Perubahan iklim akan jadikan Dataran Tinggi Qinghai-Xizang utara lebih hangat dan basah
Indonesia
•
08 Apr 2024

Melestarikan kekayaan geologi Indonesia di Bayat
Indonesia
•
28 Jul 2020

Dua macan tutul salju langka tertangkap kamera di Yunnan, China barat daya
Indonesia
•
12 Nov 2024

Studi sebut perubahan iklim ubah laguna pesisir jadi "sup garam" dan ganggu ekosistem
Indonesia
•
19 May 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
