
China publikasikan set data baru yang diperoleh wahana Mars dan Bulan

Foto yang diabadikan oleh wahana penjelajah Yutu-2 (Jade Rabbit-2) pada 11 Januari 2019 ini memperlihatkan wahana pendarat Chang'e-4. (Xinhua/Administrasi Luar Angkasa Nasional China)
Wahana Mars Tianwen-1 China, yang terdiri dari wahana pengorbit (orbiter), pendarat (lander), dan penjelajah (rover), memasuki orbit Mars pada 10 Februari 2021, dan menjadi wahana pertama yang mengorbit di planet tersebut.
Beijing, China (Xinhua) – China memublikasikan dua batch data baru pada Senin (4/9), yang diperoleh wahana Mars dan wahana Bulan.Data ilmiah yang diperoleh oleh tiga muatan (payload) ilmiah termasuk kamera definisi tinggi pada Tianwen-1, wahana Mars milik China, dari Januari hingga Maret tahun ini, telah dirilis, dengan total ukuran data hampir 68 gigabita, menurut Observatorium Astronomi Nasional China (National Astronomical Observatories China/NAOC) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Ini merupakan rilis data kelima dari wahana tersebut. Tianwen-1, yang terdiri dari wahana pengorbit (orbiter), pendarat (lander), dan penjelajah (rover), memasuki orbit Mars pada 10 Februari 2021, dan menjadi wahana pertama yang mengorbit di planet tersebut.Selain itu, tim NAOC juga memublikasikan data ilmiah ke-38 yang diperoleh dari empat muatan yang dipasang pada pendarat dan penjelajah wahana Chang'e-4 antara 15 April hingga 24 Juni tahun ini. Data tersebut berukuran 2,7 gigabita.Wahana Chang'e-4, yang diluncurkan pada 8 Desember 2018, melakukan pendaratan lunak pertama di Kawah Von Karman di Cekungan Kutub Selatan-Aitken di sisi jauh Bulan pada 3 Januari 2019.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Belut listrik 860 volt ditemukan di Amazon
Indonesia
•
13 Sep 2019

COVID-19 – Ahli: Kekebalan terhadap virus corona bertahan lama
Indonesia
•
24 Oct 2020

Pankreas buatan bantu pengidap diabetes akhiri injeksi insulin harian
Indonesia
•
03 Feb 2026

IAEA sebut ketinggian air di kolam pendingin PLTN Zaporizhzhia terus menurun
Indonesia
•
05 Aug 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
