
WMO peringatkan El Nino kuat segera melanda, gelombang panas hingga cuaca ekstrem mengancam

Orang-orang bermain di air mancur di tengah gelombang panas di Budapest, Hongaria, pada 29 Juni 2026. (Xinhua/David Balogh)
El Nino diperkirakan akan terus menguat selama musim gugur di Belahan Bumi Utara, dengan dampaknya meluas ke banyak kawasan di dunia.
Jenewa, Swiss (Xinhua/Indonesia Window) – Kondisi El Nino telah berkembang di Pasifik tropis dan diperkirakan akan menguat dengan cepat dalam beberapa bulan mendatang, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya gelombang panas, kekeringan, curah hujan lebat, serta berbagai peristiwa cuaca ekstrem lainnya di banyak belahan dunia, demikian peringatan Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) pada Jumat (3/7).
Pembaruan Iklim Musiman Global (Global Seasonal Climate Update) bulanan WMO menunjukkan bahwa El Nino diperkirakan akan berkembang pesat menjadi fenomena yang kuat selama periode Juli-September 2026.
Prakiraan ensambel multimodel dari pusat-pusat prediksi iklim global terkemuka menunjukkan adanya pemanasan suhu laut yang konsisten dan signifikan di seluruh Pasifik ekuatorial bagian tengah dan timur, dengan suhu permukaan laut rata-rata musiman diperkirakan melampaui 2 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang di sejumlah wilayah pemantauan utama.
Model-model prakiraan menunjukkan tingkat kesesuaian yang sangat tinggi, sehingga meningkatkan keyakinan terhadap prospek tersebut.
El Nino diperkirakan akan terus menguat selama musim gugur di Belahan Bumi Utara, dengan dampaknya meluas ke banyak kawasan di dunia.
Sementara itu, wilayah cekungan Atlantik ekuatorial diperkirakan akan tetap memiliki suhu yang secara umum lebih hangat daripada rata-rata.
Dalam hal suhu, pembaruan terkini memprediksi kemungkinan besar suhu di atas rata-rata di sebagian besar area daratan antara 60 derajat Lintang Selatan dan 60 derajat Lintang Utara, mencakup hampir semua daerah padat penduduk di luar area kutub.
Untuk curah hujan, prakiraan periode Juli-September 2026 menunjukkan pola yang konsisten dengan menguatnya El Nino.
Curah hujan di atas normal lebih berpeluang terjadi di bagian tengah dan timur Pasifik ekuatorial, sedangkan curah hujan di bawah normal diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Samudra Hindia tropis, anak benua India, serta sebagian besar Australia.
Menurut WMO, fenomena El Nino umumnya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan biasanya berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan. Fenomena ini sering kali mulai berkembang antara Maret dan Juni, mencapai puncak intensitasnya antara November dan Februari, serta memberikan pengaruh paling kuat terhadap suhu global pada tahun setelah kemunculannya.
WMO menyatakan pihaknya tengah meningkatkan upaya untuk memobilisasi informasi dan layanan pendukung guna membantu berbagai negara mengantisipasi serta mengurangi dampak El Nino.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan ungkap peran tersembunyi hidrogen dalam kesehatan usus manusia
Indonesia
•
28 Oct 2025

COVID-19 – Rusia garap vaksin gabungan lawan virus corona dan flu
Indonesia
•
22 Oct 2020

China akan manfaatkan lebih dari 18 miliar meter kubik air nonkonvensional pada 2024
Indonesia
•
19 Feb 2024

Tim ilmuwan China kembangkan purwarupa baterai ion hidrida pertama
Indonesia
•
22 Sep 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
