Presiden Korsel serahkan keputusan tentang masa jabatannya kepada partai berkuasa

Orang-orang menyaksikan pidato Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang disiarkan di televisi di Stasiun Seoul pada 7 Desember 2024 di Seoul, Korea Selatan. (Xinhua/Yao Qilin)
Yoon menyatakan akan membiarkan partai yang berkuasa memutuskan cara-cara untuk menstabilkan situasi politik, termasuk sisa masa jabatannya sebagai presiden. Dia juga mengatakan partai dan pemerintah akan bersama-sama bertanggung jawab untuk urusan negara.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol pada Sabtu (7/12) mengatakan bahwa dia akan menyerahkan keputusan mengenai masa jabatannya kepada Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party) yang berkuasa, menunjukkan kesediaannya untuk menerima pemangkasan masa jabatan sebagai presiden.
Warga Korea Selatan (Korsel) berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa yang menyerukan pemakzulan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol di Seoul, Korsel, pada 4 Desember 2024. (Xinhua/Jun Hyosang)
Sejumlah aparat kepolisian terlihat bertugas di luar kantor kepresidenan di Seoul, Korea Selatan, pada 4 Desember 2024. (Xinhua/Yao Qilin)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Modernisasi China tawarkan model alternatif bagi negara berkembang lainnya
Indonesia
•
24 Nov 2022

Haji1443 – Arab Saudi umumkan penyelenggaraan ibadah tahun ini sukses
Indonesia
•
11 Jul 2022

Pesawat Etihad Airways batal lepas landas di Bandara Melbourne karena ban pecah
Indonesia
•
07 Jan 2025

Aplikasi Tawakkalna Saudi fasilitasi perjalanan internasional
Indonesia
•
19 Aug 2021
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
