Studi baru ungkap manfaat molekuler dari olahraga untuk proses penuaan yang sehat

zat yang disebut betaine

Foto yang diabadikan dengan ponsel ini menunjukkan orang-orang berjoging di Taman Tiantan (Kuil Surga) di Beijing, ibu kota China, pada 3 Juni 2023. (Xinhua/Ju Huanzong)

Zat yang disebut betaine dalam tubuh pada level molekuler dapat meniru efek olahraga dan dapat mendukung proses penuaan yang sehat.

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah studi baru oleh tim peneliti China yang mengeksplorasi bagaimana olahraga membantu tubuh pada level molekuler telah menemukan bahwa zat yang disebut betaine dapat meniru efek olahraga dan dapat mendukung proses penuaan yang sehat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell tersebut dilakukan bersama oleh para peneliti di Institut Zoologi di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China, Pusat Bioinformatika Nasional China, dan Rumah Sakit Xuanwu di bawah Capital Medical University.

Sebagai basis biologis dari aktivitas kehidupan, olahraga diakui memiliki manfaat kesehatan yang besar. Namun, prinsip-prinsip ilmiahnya, terutama mekanisme molekulernya, belum sepenuhnya diketahui.

Dengan upaya bersama selama enam tahun, tim studi melakukan analisis multiomik terpadu tentang respons dinamis molekuler-seluler tubuh manusia terhadap latihan akut (acute exercise) dan latihan rutin jangka panjang.

Studi ini untuk pertama kalinya mengungkap bahwa ginjal merupakan organ respons utama terhadap efek olahraga. Betaine, metabolit endogennya, bekerja untuk mengikat dan menghambat TANK-binding kinase 1 (TBK1), sehingga mengurangi inflamasi dan mengurangi proses penuaan pada banyak organ.

Temuan baru ini mengungkap manfaat molekuler dari berolahraga dan memosisikan betaine sebagai agen peniru olahraga untuk mendukung proses penuaan yang sehat, menurut penelitian tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait