
AI tak boleh lepas kendali, konferensi AI dunia serukan empat prinsip tata kelola global

Sebuah robot memperkenalkan kawasan industri kepada para pengunjung di depan sebuah model skala di aula pameran kawasan industri inovasi kecerdasan berwujud di Zhongguancun, Distrik Haidian, Beijing, ibu kota China, pada 13 Juni 2026. (Xinhua/Wang Jingqiang)
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden China Xi Jinping pada Jumat (17/7) menyampaikan empat pandangan tentang pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) saat berpidato dalam upacara pembukaan Konferensi AI Dunia (World AI Conference) 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global.
Pertama, berpegang pada prinsip keterbukaan dan kerja sama yang saling menguntungkan sembari mendorong pembangunan yang didorong oleh inovasi. Xi menyoroti pentingnya mendorong sumber terbuka, keterbukaan, kolaborasi, serta berbagi untuk memfasilitasi inovasi teknologi, pengembangan industri, dan penerapan AI berbasis skenario.
Kedua, memperkuat kesadaran terhadap risiko serta memastikan bahwa AI aman dan terkendali. Sembari menekankan perlunya memastikan bahwa AI selalu berada di bawah kendali manusia, Xi mendesak semua pihak untuk bersama-sama menentang perluasan konsep keamanan nasional secara berlebihan di bidang AI atau menempatkan keamanan suatu negara di atas keamanan negara lain.
Ketiga, mendorong inklusivitas dan mempromosikan pembelajaran bersama antarperadaban. Pengembangan AI dan penerapannya tidak boleh mengikis atau merusak keragaman peradaban dunia atau keunikan budaya berbagai negara, menurut Xi.
Keempat, mendorong solidaritas dan meningkatkan tata kelola global. Peran penting Perserikatan Bangsa-Bangsa harus diakui, kata Xi, seraya menyerukan penyelarasan dan koordinasi lebih lanjut dalam strategi pengembangan AI, aturan tata kelola, dan standar teknis.
"Kita harus menjalankan kerja sama internasional yang luas dan membantu negara-negara Global South melalui peningkatan kapasitas untuk menjembatani kesenjangan AI dan digital, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta mencegah terciptanya ketidakadilan historis baru dalam AI," ujar Xi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Harimau Siberia yang terancam punah dilindungi di taman nasional China
Indonesia
•
30 Jul 2023

Bagian kepala patung Deva berusia ratusan tahun ditemukan di Taman Arkeologi Angkor Kamboja
Indonesia
•
17 May 2024

‘Engineer’ Rusia kembangkan ‘drone’ unik untuk bantu penyelam
Indonesia
•
05 Dec 2025

Spesies karang baru ditemukan di lepas pantai barat Skotlandia
Indonesia
•
05 Feb 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
