
Inventarisasi gletser baru di China indikasikan penyusutan enam persen selama 10 tahun lebih

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 11 Mei 2024 ini menunjukkan pemandangan Gletser Zangser Kangri di Cagar Alam Nasional Changtang, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. (Xinhua/Jiang Fan)
Area gletser China menyusut sekitar enam persen selama satu dekade terakhir, dengan hampir 7.000 gletser kecil lenyap sama sekali.
Lanzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Area gletser China menyusut sekitar enam persen selama satu dekade terakhir, demikian menurut inventarisasi gletser China terbaru yang dirilis pada Jumat (21/3).Gletser merupakan salah satu indikator perubahan iklim yang paling sensitif dan bersifat langsung, dan inventarisasi gletser adalah sensus sumber daya gletser. Institut Lingkungan dan Sumber Daya Alam Barat Laut (Northwest Institute of Eco-Environment and Resources/NIEER) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), pelopor dalam penelitian gletser di negara itu, menyelesaikan inventarisasi gletser China yang pertama dan kedua pada 2002 dan 2014. Pada 2023, lembaga tersebut melakukan inventarisasi ketiga, menggunakan 2020 sebagai tahun dasar untuk mendokumentasikan kondisi gletser saat ini.Menurut Kang Shichang, peneliti utama proyek ini, gletser di China mencakup area sekitar 46.000 km persegi, dengan sekitar 69.000 gletser individual. Dibandingkan dengan hasil inventarisasi pertama, dari 1960-an hingga 2020, area gletser di China menyusut sebesar 26 persen, dengan hampir 7.000 gletser kecil yang lenyap sama sekali.Dibandingkan dengan hasil inventarisasi kedua, dari 2008 hingga 2020, area gletser berkurang sekitar 6 persen, mengindikasikan penyusutan yang cepat.Guo Wanqin, seorang associate researcher di institut tersebut, mencatat bahwa para peneliti mengadopsi data pengindraan jauh satelit beresolusi lebih tinggi dan metode yang lebih efisien untuk menyelesaikan inventarisasi ketiga dalam waktu singkat.Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan 2025 sebagai Tahun Pelestarian Gletser Internasional pada Desember 2022, dengan 21 Maret ditetapkan sebagai Hari Gletser Sedunia setiap tahunnya mulai 2025. Tujuannya adalah untuk menggarisbawahi peran penting gletser dalam sistem iklim dan sumber daya air, serta dampak pencairan gletser yang cepat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan kembangkan sistem penglihatan dengan kemampuan AI yang terinspirasi dari mata serangga
Indonesia
•
26 May 2025

Proyek penyaluran air hubungkan anak sungai dari dua sungai terbesar di China
Indonesia
•
17 Jul 2023

COVID-19 - Relawan uji vaksin Rusia harus penuhi lebih dari 20 syarat
Indonesia
•
26 May 2020

Roket dengan masa tugas terlama milik China peringati 40 tahun debutnya
Indonesia
•
10 Sep 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
