
China desak AS cabut sanksi atas sejumlah pejabat

Foto yang diabadikan pada 24 September 2015 ini menunjukkan bendera nasional China (kanan) dan Amerika Serikat (AS) serta bendera Washington DC di Constitution Avenue di Washington, ibu kota AS. (Xinhua/Bao Dandan)
AS menjatuhkan sanksi terhadap dua pejabat senior China pada Jumat (9/12) atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia serius di Daerah Otonom Tibet.
Beijing, China (Xinhua) – China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera mencabut apa yang disebutnya sebagai sanksi atas sejumlah pejabat China dan berhenti mencampuri urusan Tibet, demikian disampaikan seorang juru bicara China pada Senin (12/12).Pernyataan itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin setelah AS pada Jumat (9/12) menjatuhkan sanksi terhadap dua pejabat senior China atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius di Daerah Otonom Tibet.Dikatakan oleh Wang bahwa AS memberlakukan sanksi ilegal terhadap pejabat China berdasarkan undang-undang dalam negeri dan dengan dalih yang mereka sebut sebagai isu hak asasi manusia di Tibet, yang "terlalu mencampuri urusan dalam negeri China, terang-terangan melanggar norma dasar dalam hubungan internasional, dan sangat merusak hubungan China-Amerika Serikat.""China dengan tegas menentang dan mengecam keras sanksi tersebut," kata Wang.Menurut Wang, AS tidak berhak menjatuhkan sanksi yang tidak beralasan terhadap negara lain dan tidak memiliki posisi untuk bertindak sebagai "polisi dunia".China akan mengambil tindakan efektif dan tegas untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah, kata Wang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jumlah kasus cacar monyet di Spanyol naik jadi 48 dengan 11 kasus baru
Indonesia
•
25 May 2022

Rusia peringatkan "malapetaka global" menyusul pasokan senjata ofensif ke Ukraina
Indonesia
•
23 Jan 2023

Langgar pembatasan hukum, eks Presiden Brasil Bolsonaro jadi tahanan rumah
Indonesia
•
06 Aug 2025

Presiden China gelar pembicaraan dengan Presiden Prancis di Beijing
Indonesia
•
07 Apr 2023


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
