
Astronom di Australia identifikasi kandidat planet mirip Bumi yang layak huni

Foto yang diabadikan pada 20 Oktober 2025 ini menunjukkan planet Venus bersebelahan dengan Bulan di langit di atas Kota Jiamusi, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Chen Zhiguo)
Kandidat planet seukuran Bumi, dikenal sebagai HD 137010 b, mengorbit bintang yang mirip Matahari, berjarak sekitar 150 tahun cahaya dari Bumi, dan berukuran sekitar 6 persen lebih besar dari Bumi.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Para astronom di Australia memimpin sebuah tim internasional yang mengidentifikasi kandidat planet seukuran Bumi yang ‘berpotensi layak huni’ sekitar 150 tahun cahaya dari Bumi.
Planet tersebut, yang dikenal sebagai HD 137010 b, mengorbit bintang yang mirip Matahari dan berukuran sekitar 6 persen lebih besar dari Bumi, demikian dilaporkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas Queensland Selatan (University of Southern Queensland/UniSQ) Australia pada Selasa (27/1) dalam jurnal Astrophysical Journal Letters.
Kandidat planet tersebut digambarkan sebagai "perwujudan ketika Bumi bertemu Mars" karena ukurannya yang mirip dengan Bumi dan jaraknya yang hampir sama dengan Mars dari bintang induknya yang menyerupai Matahari, menurut studi yang dilakukan oleh para ilmuwan UniSQ bersama para kolaborator di Universitas Harvard dan Universitas Oxford.
Para ilmuwan perlu melakukan satu transit lagi untuk mengonfirmasi HD 137010 b sebagai planet, alih-alih kandidat planet, menurut studi tersebut, seraya menambahkan bahwa jika sudah diverifikasi, HD 137010 b akan menjadi satu-satunya dunia berbatu yang diketahui di zona layak huni sebuah bintang yang mirip Matahari.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Google laporkan terobosan dalam komputasi kuantum
Indonesia
•
28 Oct 2025

Air di Bumi semakin berkurang, cadangan air tanah kritis
Indonesia
•
22 Jan 2026

Feature – TCM dorong kerja sama saling menguntungkan antara China timur laut dan Indonesia
Indonesia
•
01 Jun 2024

Peneliti BRIN jelaskan ‘plasma bubble’ berdampak pada ionosfer kawasan lintang rendah Indonesia
Indonesia
•
04 Jul 2024


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
