Feature – TCM dorong kerja sama saling menguntungkan antara China timur laut dan Indonesia

Foto dokumentasi tanpa tanggal ini menunjukkan produk Xuejie (sejenis jernang) yang diproduksi oleh Jilin Beiyao Chinese Medicine Pharmaceutical Group Co., Ltd. yang terletak di Provinsi Jilin, China timur laut. (Xinhua)
Tanaman Darah Naga dapat mengaktifkan darah, meringankan rasa sakit, dan menghentikan pendarahan, yang bisa digunakan untuk mengobati luka, sakit di bagian perut akibat stasis darah, serta dijuluki sebagai 'Obat Suci untuk Aktivasi Darah'.
Changchun, China (Xinhua) – Tanaman yang dikenal dengan nama Darah Naga, atau Dragon's Blood, dapat tumbuh di Indonesia berkat iklimnya yang hangat dan lembap. Buah dari tanaman itu mengeluarkan resin yang menyerupai ‘darah’ dan mengeras menjadi zat seperti gumpalan saat dikeringkan.Obat tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM) yang berharga tersebut, yang disebut Xuejie, dikenal dengan khasiatnya yang mengaktifkan darah dan mengatasi stasis. Obat herbal yang luar biasa itu kini menghubungkan Provinsi Jilin di China timur laut dengan Indonesia melalui Inisiatif ‘Sabuk dan Jalur Sutra’.Saat memasuki ruang produksi milik Jilin Beiyao Chinese Medicine Pharmaceutical Group Co., Ltd. di Changchun, Provinsi Jilin, udara dipenuhi aroma herba tradisional China ketika para staf menggoreng irisan-irisan tanaman herbal. Berbagai produk TCM kemudian didistribusikan secara nasional menggunakan sistem pergudangan dan logistik cerdas, termasuk Xuejie yang bersumber dari Indonesia.Gong Xiaoying, direktur perusahaan tersebut, menunjukkan herba berwarna merah tua itu sambil menjelaskan, "Jangan meremehkannya. Herba ini mempunyai khasiat untuk mengaktifkan darah, meringankan rasa sakit, dan menghentikan pendarahan, yang bisa digunakan untuk mengobati luka, sakit di bagian perut akibat stasis darah, serta dijuluki sebagai 'Obat Suci untuk Aktivasi Darah' oleh Li Shizhen, yang merupakan seorang ilmuwan pengobatan China sekaligus naturalis di era Dinasti Ming. Namun, herba ini tidak diproduksi di dalam negeri."
Foto dokumentasi tanpa tanggal ini menunjukkan kantor cabang Jilin Beiyao Chinese Medicine Pharmaceutical Group Co., Ltd. di Jakarta. (Xinhua)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China kembangkan serat termal tiruan bulu beruang kutub
Indonesia
•
26 Dec 2023

Mongolia Dalam duduki peringkat teratas penyerap karbon di China dari hutan, padang rumput dan lahan basah
Indonesia
•
07 Aug 2024

Qualcomm luncurkan platform ‘mobile’ pertama yang usung CPU tercepat di dunia
Indonesia
•
23 Oct 2024

Tinjauan ilmuwan Australia sebut ponsel tidak berhubungan dengan kanker otak
Indonesia
•
06 Sep 2024
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
