
Tim ilmuwan berhasil kembangkan atlas otak simpanse paling mutakhir

Foto yang diabadikan pada 2 September 2023 ini menunjukkan simpanse di Taman Nasional Gombe di Tanzania. (Xinhua/Xie Hao)
Atlas otak simpanse menunjukkan perbedaan substansial dalam pola konektivitas antara simpanse dan manusia di sebagian besar korteks asosiasi, serta perubahan konektivitas yang lebih kompleks dan berkarakter dalam evolusi otak dibanding dengan yang dipahami sebelumnya.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim kolaboratif beranggotakan ilmuwan-ilmuwan dari China dan sejumlah negara lainnya berhasil membuat atlas otak simpanse paling mutakhir hingga saat ini, memberikan wawasan baru tentang evolusi otak manusia, demikian dilaporkan surat kabar Science and Technology Daily pada Selasa (14/1).Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal The Innovation.Simpanse adalah salah satu kerabat terdekat manusia yang masih hidup. Meski memiliki otak yang ukurannya hanya sekitar sepertiga dari otak manusia, simpanse memiliki banyak kesamaan dengan manusia dalam hal neuroanatomi dan fungsi kognitif, menjadikan hewan itu sebagai pembanding yang penting untuk memahami evolusi otak manusia."Namun, tantangan utama dalam penelitian ilmu saraf lintas spesies saat ini adalah tidak adanya sistem referensi otak yang terstandardisasi dengan signifikansi biologis," jelas Fan Lingzhong, penulis korespondensi penelitian ini sekaligus peneliti di Institut Automasi di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Berdasarkan konsep penggunaan informasi konektivitas otak untuk menyusun atlas otak, para peneliti berhasil mengembangkan Chimpanzee Brainnetome Atlas (ChimpBNA).Dengan memanfaatkan sumber daya baru ini, mereka menemukan perbedaan substansial dalam pola konektivitas antara simpanse dan manusia di sebagian besar korteks asosiasi, menunjukkan perubahan konektivitas yang lebih kompleks dan berkarakter dalam evolusi otak dibanding dengan yang dipahami sebelumnya.Fan mengatakan bahwa ChimpBNA akan menjadi sumber daya berharga untuk penelitian ilmu saraf dan menawarkan wawasan baru tentang karakteristik otak manusia yang unik."Ke depannya, kami akan terus memperluas penerapan atlas otak lintas spesies untuk meningkatkan signifikansinya dalam memahami evolusi sistem saraf," tambah Fan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Perkembangan pesat sektor energi baru China dorong transisi hijau global
Indonesia
•
20 May 2024

Menuju era 6G: Peneliti China ciptakan sistem internet super cepat, tembus 512 Gbps
Indonesia
•
22 Feb 2026

Spesies tokek baru ditemukan di cagar alam Kamboja
Indonesia
•
25 Feb 2026

Teknologi ‘drone’ pintar bantu lindungi burung dari bahaya industri
Indonesia
•
05 Feb 2022


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
