
Babi kutil endemik Indonesia rentan African swine fever, butuh konservasi ex-situ

Jochen Menner, kurator di Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA), saat menyampaikan pemaparan pada kegiatan Media Trip ke PCBA Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Jumat (19/12/2025). (Indonesia Window)
Babi kutil (Sus verrucosus), satwa endemik Indonesia yang kerap terpinggirkan dalam isu konservasi, kini menghadapi ancaman serius akibat rentan terhadap virus African swine fever (ASF).
Pasuruan, Jawa Timur (Indonesia Window) — Babi kutil (Sus verrucosus), satwa endemik Indonesia yang kerap terpinggirkan dalam isu konservasi, kini menghadapi ancaman serius akibat rentan terhadap virus African swine fever (ASF).“Selain kerusakan habitat dan perburuan liar, babi liar Asia Tenggara sangat sensitif terhadap virus African swine fever. Jika virus ini masuk ke populasi babi liar, mereka tidak punya imunitas sama sekali. Ini sudah terjadi di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi,” ujar Jochen Menner, seorang kurator di Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA), saat menyampaikan pemaparan pada kegiatan Media Trip ke PCBA Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (18/12).Menurutnya, meskipun belum ada record pasti mengenai dampak African swine fever terhadap babi hutan di alam liar, risiko kepunahan dinilai sangat tinggi. “Karena itulah, konservasi ex-situ menjadi sangat penting,” tekannya.Ancaman terhadap babi kutil tidak berhenti pada penyakit. Di banyak wilayah, lanjut Jochen, satwa terancam punah ini kerap mengalami retaliation karena dianggap sebagai hama pertanian.“Sama seperti babi hutan liar, babi kutil, sering masuk ke lahan petani, memakan singkong, kangkung, dan tanaman lainnya. Akibatnya, mereka diburu atau dipasang jerat,” katanya.Salah satu kasus paling mengkhawatirkan, menurut Jochen, adalah babi kutil Bawean (Sus verrucosus blouchi), yang merupakan subspesies endemik yang hanya ditemukan di Pulau Bawean, sebuah pulau kecil di Laut Jawa, bagian dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.Populasinya di alam diperkirakan hanya sekitar 500 individu, menjadikannya salah satu babi liar paling terancam di dunia.“Pulau Bawean tidak memiliki batas geografis alami seperti sungai besar atau pegunungan, sehingga begitu ASF masuk, wabah akan menyebar tanpa hambatan. Itu bisa menjadi akhir dari babi kutil Bawean,” ujarnya.Berbeda dengan pulau lain yang memiliki penghalang alami sehingga penyebaran penyakit bisa melambat, di Bawean virus dapat menyapu seluruh pulau dalam waktu singkat.Sayangnya, hingga kini belum ada populasi babi kutil Bawean yang dikelola secara ex-situ.Di PCBA sendiri, hanya ada tiga individu babi kutil yang sebelumnya terjerat perangkap ilegal dan kemudian dititipkan untuk perawatan. “Mudah-mudahan ini menjadi awal terbentuknya populasi ex-situ yang berkelanjutan,” kata Jochen.Dia menegaskan, konservasi ex-situ bukanlah tujuan akhir, melainkan strategi penyelamatan. “Amankan dulu, lindungi, lalu suatu hari dikembalikan ke habitat asalnya jika kondisinya memungkinkan,” ujarnya.
Babi kutil (Sus verrucosus) dalam penangkaran ex-situ di Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Jumat (19/12/2025). (Indonesia Window)
Foto kolase ini menunjukkan anoa Buton (atas), makaka Sulawesi (kiri bawah), dan kekah Natuna (kanan bawah), di fasilitas penangkaran ex-situ di Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Jumat (19/12/2025). (Indonesia Window)
Beberapa peserta kegiatan Media Trip ke PCBA Prigen, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (19/12/2025). (Foto: Istimewa)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Menengok kota masa depan di Hong Kong yang hadirkan berbagai teknologi mutakhir
Indonesia
•
05 Jul 2023

Astronaut Shenzhou-19 lakukan eksperimen baru di stasiun luar angkasa
Indonesia
•
15 Jan 2025

Ilmuwan China gunakan model bahasa protein AI untuk ungkap misteri evolusi kehidupan
Indonesia
•
09 Oct 2025

Ilmuwan temukan strategi rahasia bakteri untuk bertahan hidup, buka jalan bagi pengobatan baru
Indonesia
•
03 Jan 2026


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
