
Studi ungkap sawar darah-otak dapat perlambat pertumbuhan tumor dengan batasi nutrien

Ilustrasi. (Bhautik Patel on Unsplash)
Sawar pelindung otak dapat memperlambat pertumbuhan tumor otak dengan mengendalikan akses tumor untuk mendapatkan nutrien, yang menunjukkan potensi target baru untuk terapi.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim ilmuwan berhasil mengungkap bagaimana sawar pelindung otak dapat memperlambat pertumbuhan tumor otak dengan mengendalikan akses tumor untuk mendapatkan nutrien, yang menunjukkan potensi target baru untuk terapi.Studi tersebut menemukan bagaimana sel-sel glia yang membentuk sawar pelindung otak dapat bertindak sebagai "penjaga gerbang" dan memperlambat pertumbuhan beberapa tumor otak, demikian menurut pernyataan Pusat Kanker Peter MacCallum Australia pada Senin (24/11).Sel kanker membutuhkan nutrien yang konstan, seperti gula untuk energi, asam amino untuk membangun protein, serta lemak untuk struktur dan dukungan, agar sel tersebut tumbuh, sehingga sel kanker menjadi rentan ketika nutrien langka, ungkap studi tersebut, yang menyoroti bagaimana lingkungan tumor membentuk pertumbuhan kanker.Telah diterbitkan di PLoS (Public Library of Science) Biology, studi tersebut menemukan bahwa respons tumor otak terhadap pembatasan nutrien dikendalikan oleh sawar darah-otak, yakni sebuah lapisan sel glia yang melindungi otak dan mengatur aliran nutrien.Sel-sel glia di sekitarnya yang bertindak seperti penjaga gerbang "memengaruhi seberapa banyak nutrien yang mencapai tumor, dan hal ini secara langsung memengaruhi bagaimana kanker berperilaku dalam kondisi kekurangan nutrien," kata Profesor Louise Cheng, salah satu profesor di Pusat Kanker Peter MacCallum sekaligus pemimpin studi tersebut.Tim pimpinan Cheng ini, yang bekerja sama dengan ilmuwan dari Jepang dan Inggris, menemukan bahwa protein kunci yang disebut Path, yang mengangkut asam amino ke dalam otak, berperilaku secara berbeda pada sel glia yang sehat dan yang terdampak tumor.Sel glia yang sehat meningkatkan kadar Path saat nutrien rendah, sedangkan sel glia yang terdampak tumor menurunkan kadar Path, yang mengganggu fungsi sel glia yang terdampak tumor dan memperlambat pertumbuhan tumor dengan membatasi kemampuan tumor untuk membelah diri, papar Cheng."Ini memberi tahu kita bahwa Path merupakan faktor penting," ujarnya, seraya menambahkan bahwa kadar Path di sawar darah-otak menentukan seberapa sensitif tumor terhadap perubahan ketersediaan nutrien.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi sebut fosil "Little Foot" kemungkinan mengacu pada leluhur manusia yang belum diketahui
Indonesia
•
16 Dec 2025

Gelang pintar bantu orangtua temukan anak tersesat di Masjidil Haram
Indonesia
•
25 Apr 2022

Tim ilmuwan China dan Swiss rancang cip hemat energi yang menyerupai otak manusia
Indonesia
•
04 Jun 2024

Truk tambang listrik murni digunakan di China, bantu pangkas biaya dan emisi karbon
Indonesia
•
08 Nov 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
