
CEO Nippon Steel Jepang sebut tidak akan menyerah akuisisi US Steel

CEO Nippon Steel Jepang Eiji Hashimoto menghadiri konferensi pers di Tokyo, Jepang, pada 7 Januari 2025. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Biden memutuskan untuk memblokir penjualan US Steel seharga 14,1 miliar dolar AS kepada Nippon Steel, dengan alasan berisiko bagi keamanan nasional.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – CEO Nippon Steel Jepang Eiji Hashimoto pada Selasa (7/1) mengatakan bahwa keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang memblokir akuisisi United States Steel (US Steel) oleh Nippon Steel bermotif politik, sambil menekankan bahwa Nippon Steel tidak berniat menyerah dalam kesepakatan pengambilalihan tersebut.Dalam sebuah konferensi pers, Hashimoto mengatakan bahwa raksasa baja asal Jepang itu akan terus berjuang hingga pembelian US Steel berhasil karena mereka telah mengajukan tuntutan hukum terhadap pemerintah AS serta perusahaan baja saingannya, yakni Cleveland-Cliffs Inc., termasuk juga CEO Cleveland-Cliffs Inc. dan presiden serikat pekerja United Steelworkers."Kami sangat yakin bahwa berbagai fakta yang akan terungkap melalui proses pengadilan akan menunjukkan bahwa keputusan ini jelas-jelas melanggar konstitusi dan hukum," ungkap Hashimoto."Peninjauan ulang kesepakatan tersebut oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (Committee on Foreign Investment in the United States/CFIUS) tidak dilakukan dengan baik karena adanya intervensi ilegal Presiden Biden," lanjut Hashimoto. "Kami tidak akan pernah bisa menerima hal ini."Pernyataan tersebut dilontarkan sehari setelah Nippon Steel mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan gugatan yang menyatakan bahwa Biden "mengabaikan aturan hukum untuk mendapatkan dukungan dari" serikat pekerja United Steelworkers, yang merupakan pendukung utama Partai Demokrat yang menentang pengambilalihan US Steel oleh perusahaan Jepang tersebut.Nippon Steel dan US Steel meminta pengadilan agar membatalkan perintah Biden yang dikeluarkan pada Jumat (3/1) untuk memblokir akuisisi tersebut, dan menginstruksikan CFIUS untuk melakukan peninjauan ulang lagi atas kesepakatan akuisisi itu. Perintah Biden meminta kedua perusahaan itu membatalkan transaksi "selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal perintah ini dikeluarkan, kecuali jika tanggal tersebut diperpanjang" oleh CFIUS.
Foto yang diabadikan pada 7 Januari 2025 ini menunjukkan kantor pusat Nippon Steel di Tokyo, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jerman dalam darurat gas di tengah menurunnya pasokan dari Rusia
Indonesia
•
23 Jun 2022

China menentang tegas langkah pembatasan AS terhadap produk baja dan aluminium China
Indonesia
•
19 Apr 2024

Paket gaji Elon Musk senilai 16.685 triliun rupiah
Indonesia
•
08 Nov 2025

Harga batu bara Februari naik menjadi 87,79 dolar AS per ton karena ‘commodity super cycle’
Indonesia
•
05 Feb 2021


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
