
Wahana penjelajah NASA temukan potensi tanda biologis di Mars

Foto yang bersumber dari NASA ini menunjukkan ilustrasi wahana penjelajah Perseverance milik NASA yang mendarat dengan aman di Mars. Perseverance mendarat dengan aman di Mars pada 18 Februari 2021, memulai misi kesembilan NASA di Planet Merah tersebut. (Xinhua/JPL-Caltech/NASA)
Bukti kehidupan mikroba purba di Mars ditemukan dari sampel yang diambil dari sebuah dasar sungai kering purba di Kawah Jezero.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Sampel yang dikumpulkan oleh wahana penjelajah (rover) milik NASA di Mars, Perseverance, dari sebuah dasar sungai kering purba di Kawah Jezero kemungkinan mengandung bukti kehidupan mikroba purba, demikian ungkap NASA pada Rabu (10/9).Sampel yang disebut sebagai ‘Sapphire Canyon’ itu diambil tahun lalu dari sebuah batu yang dinamai Cheyava Falls. Sampel tersebut mengandung tanda-tanda biologis yang potensial, urai sebuah penelitian yang diterbitkan pada Rabu dalam jurnal Nature.Tanda biologis yang potensial merupakan suatu zat atau struktur yang kemungkinan memiliki asal-usul biologis, namun memerlukan data tambahan atau penelitian lebih lanjut sebelum dapat disimpulkan mengenai ada atau tidaknya kehidupan, papar NASA.Perseverance menemukan lokasi Cheyava Falls pada Juli 2024 saat menjelajahi formasi ‘Bright Angel’, sekelompok batuan menonjol yang terletak di sepanjang tepi utara dan selatan Neretva Vallis. Lembah sungai purba ini, yang memiliki lebar sekitar 400 meter, terbentuk jauh di masa lalu oleh aliran air yang masuk ke Kawah Jezero."Temuan Perseverance ini ... menjadi temuan terdekat yang pernah kami capai dalam upaya menemukan kehidupan di Mars. Identifikasi tanda biologis yang potensial di Planet Merah merupakan penemuan yang revolusioner, dan akan memperluas pemahaman kita tentang Mars," ujar Sean Duffy, pelaksana tugas administrator NASA.Instrumen-instrumen ilmiah pada Perseverance menemukan bahwa batuan sedimen pada formasi ‘Bright Angel’ terdiri dari lempung dan lumpur, yang di Bumi dikenal sebagai pengawet yang sangat baik untuk kehidupan mikroba masa lalu. Batuan sedimen ini juga kaya akan karbon organik, belerang, besi teroksidasi (karat), dan fosfor."Kombinasi senyawa kimia yang kami temukan di formasi Bright Angel kemungkinan menjadi sumber energi yang melimpah bagi metabolisme mikroba," kata Joel Hurowitz, ilmuwan Perseverance dari Stony Brook University di New York sekaligus penulis utama penelitian tersebut. "Namun, hanya karena kami menemukan semua tanda kimia yang meyakinkan dalam data, bukan berarti kami sudah memiliki tanda biologis yang potensial. Kami masih perlu menganalisis makna dari data tersebut."‘Sapphire Canyon’ merupakan salah satu dari 27 inti batuan yang telah dikumpulkan oleh Perseverance sejak mendarat di Kawah Jezero pada Februari 2021.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Situs paleolitikum dan neolitikum di China masuk daftar temuan arkeologi terbaik 2024
Indonesia
•
21 Feb 2025

Perkakas berusia 200.000 tahun dari Zaman Batu ditemukan di Qassim Arab Saudi
Indonesia
•
01 Jan 2021

Satelit Fengyun-4B China ambil alih misi Fengyun-4A
Indonesia
•
08 Mar 2024

Lubang raksasa di Aceh Tengah kian melebar, peneliti BRIN ungkap penyebabnya
Indonesia
•
23 Feb 2026


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
