
Peneliti China prediksi risiko glaukoma dengan Artificial Intelligence

Ilustrasi. Glaukoma adalah kondisi mata di mana saraf optik yang menghubungkan mata ke otak mengalami kerusakan. (Tobias Dahlberg from Pixabay)
Ilustrasi. Pada dokter menyarakan tes mata dilakukan secara rutin setidaknya setiap dua tahun. (David Travis on Unsplash)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti ungkap kaitan antara asupan gula dan masalah kesehatan berbahaya
Indonesia
•
17 May 2023

Siswa SMA buat bioplastik dari pati biji karet
Indonesia
•
10 Nov 2019

China umumkan mitra baru untuk Stasiun Penelitian Bulan Internasional
Indonesia
•
25 Apr 2024

Maroko temukan situs kota kuno dari abad ke-2 di dekat nekropolis Chellah
Indonesia
•
08 Nov 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
