
Spesies ikan buta ditemukan di sungai bawah tanah China

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 15 November 2019 ini menunjukkan Sinocyclocheilus guiyang, spesies ikan baru yang tidak memiliki mata yang berfungsi. (Xinhua/Zhou Jiajun)
Sinocyclocheilus guiyang buta dengan mata yang mengalami degenerasi menjadi bintik-bintik hitam tanpa struktur okular yang lengkap, mungkin disebabkan oleh lingkungan habitatnya yang gelap di sungai bawah tanah, yang terletak di dalam gua karst.
Guiyang, China (Xinhua) – Tim peneliti China menemukan spesies ikan baru yang tidak memiliki mata yang berfungsi di sebuah sungai bawah tanah di dalam sebuah gua di Provinsi Guizhou, China barat daya.Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal internasional Zoosystematics and Evolution, Sinocyclocheilus guiyang digambarkan sebagai ikan berwarna merah muda yang masuk dalam genus Sinocyclocheilus. Nama ikan ini diambil dari nama Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, yang merupakan lokasi ditemukannya spesies ini pada 2019.Ikan tersebut buta dengan mata yang mengalami degenerasi menjadi bintik-bintik hitam tanpa struktur okular yang lengkap. Hal ini mungkin disebabkan oleh lingkungan habitatnya yang gelap di sungai bawah tanah, yang terletak di dalam gua karst, papar Zhou Jiajun, salah satu penulis makalah tersebut.Spesies ini memiliki populasi yang sangat kecil, dengan hanya 25 individu yang tercatat. Survei terbaru mengindikasikan penurunan lebih lanjut dalam jumlah spesies ini, kata Cheng Guangyuan, salah satu penulis makalah yang pertama kali menemukan ikan tersebut.Para peneliti memperingatkan bahwa spesies baru ini berisiko tinggi mengalami kepunahan akibat pencemaran dari sampah dan spesies lobster air tawar invasif yang mengancam habitatnya di dalam gua, seraya menyoroti perlunya mengambil langkah-langkah perlindungan habitat secepat mungkin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Spesies burung terancam punah terlihat di cagar alam China utara
Indonesia
•
15 Mar 2023

Kapasitas energi terbarukan di China lampaui tenaga termal untuk kali pertama
Indonesia
•
22 Dec 2023

Ilmuwan ungkap mekanisme di balik pola warna kompleks pada kelopak bunga
Indonesia
•
06 Apr 2023

Ilmuwan China ungkap mekanisme pengatur keanekaragaman tumbuhan di kepulauan tropis
Indonesia
•
03 Jan 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
